Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Posisi kera sudah tidak ada di lokasi. Laporan yang saya terima, kera sudah diambil pemilik lama,” jelas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Grobogan Riyanto, Sabtu (21/4/2018).

Menurut Riyanto, pada Jumat malam, posisi kera bersama kandangnya sudah digeser ke atas agar tidak terseret air sungai. Rencananya, pada pagi tadi, akan ditindaklanjuti dengan proses evakuasi.

Namun, saat petugas datang, kera tersebut sudah tidak ada dilokasi. Informasinya, kera sudah diambil pemilik lama yang mengetahui peristiwa itu dari pemberitaan media.

“Ceritanya, pemilik lama itu sempat menjual atau memberikan kera itu pada orang lain. Setelah tahu dari pemberitaan, pemilik lama mengambil kembali kera tersebut. Pemilik lama katanya warga di Kecamatan Wirosari tetapi namanya saya tidak tahu,” katanya.

Seperti diberitakan, seekor kera yang sempat dihanyutkan di sungai lusi berhasil diselamatkan warga, Jumat (20/4/2018). Kera tersebut berhasil diamankan ke pinggiran sungai di bawah jembatan Bandang di Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari, Grobogan, sekitar pukul 16.00 WIB.
Penyelamatan kera itu berawal dari kecurigaan sejumlah warga yang memancing ikan dipinggiran sungai. Saat itu, warga melihat ada rakit dari pelepah pisang yang diatasnya ada kandang kayu sedang terseret arus sungai.Semula, kandang kotak itu dikira sampah kayu seperti biasanya. Namun, saat diperhatikan, ternyata ada benda bergerak-gerak didalamnya. Ketika diperhatikan lebih teliti, benda yang bergerak-gerak itu adalah seekor kera.“Beberapa warga kemudian mencari bambu panjang untuk menjangkau rakit pelepah pisang yang posisinya agak ditengah sungai. Akhirnya, rakit berhasil dipinggirkan ke daratan. Dalam kandang itu memang ada seekor kera,” kata Susilo Utomo, warga yang rumahnya kebetulan tidak jauh dari lokasi itu.Setelah ada didaratan, warga kemudian membuka pintu kandang dengan tujuan agar kera itu bisa keluar ke alam bebas. Namun, kera tersebut ternyata hanya bisa keluar sekitar satu meter saja dari posisi kandang. Soalnya, bagian perutnya terikat rantai yang dikaitkan kayu kandang.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler