Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Video ini menjadi viral karena diunggah hampir bersamaan dengan waktu kelulusan siswa tingkat SMA, Kamis (3/5/2018) kemarin. Hal inilah yang akhirnya menimbulkan banyak respon dari warganet.

Banyak di antara warganet yang mengecam aksi tawuran tersebut. Kecamatan itu dilontarkan karena warganet mengira jika tawuran itu memang terjadi pada momen kelulusan SMA kemarin.

Berdasarkan informasi yang didapat, rekaman video tawuran pelajar SMA itu memang kejadian asli. Tetapi, peristiwa itu sudah terjadi cukup lama, bulan Oktober 2011.

Tawuran itu berlangsung ketika ada turnamen voli antar pelajar SMA di GOR Simpanglima Purwodadi. Video serupa bahkan sudah sempat diupload di media sosial pada beberapa bulan lalu.

[caption id="attachment_141756" align="aligncenter" width="715"] Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)[/caption]

Dari pantauan di lapangan, pada momen kelulusan SMA kemarin tidak ada kejadian luar biasa. Termasuk adanya tawuran di simpanglima. Soalnya, menjelang waktu pengumuman kelulusan, puluhan polisi sudah bersiaga disejumlah titik untuk menghalau pelajar yang akan konvoi ke dalam kawasan kota.Tayangan video tawuran pelajar yang jadi viral tersebut langsung ditanggapi pihak kepolisian. Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa menegaskan, dari pengecekan anggota dilapangan, pihaknya menemukan ada beberapa kejanggalan. Kemudian, anggota diminta menelusuri dan menganalisa video tersebut.”Ternyata, video itu sudah pernah diunggah setahun lalu. Jadi, peristiwa itu sudah berlangsung lama tetapi diunggah lagi bersamaan dengan pengumuman kelulusan siswa SMA kemarin,” jelasnya, Jumat (4/5/2018).Wakapolres menyayangkan adanya unggahan video kejadian lama yang dilakukan bertepatan dengan momen kelulusan siswa SMA tahun 2018 tersebut. Sebab, dengan mengunggah kembali video tersebut bersamaan dengan momen kelulusan bisa mengganggu suasana kondusif di wilayah Grobogan.”Kami mengimbau pada masyarakat agar yang melihat tayangan video itu agar jangan ikut-ikutan menyebarkan lagi. Itu (tawuran) adalah kejadian lama,” tegasnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler