Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Amin Hidayat menyatakan, dalam ujian nasional SD/MI tahun ini diikuti 22.774 siswa. Sedangkan jumlah SD/MI keseluruhan ada 885 sekolah.

Dari 885 sekolahan ini, hanya ada satu yang tidak menggelar ujian nasional. Yakni, SDN 03 Prigi di Kecamatan Kedungjati. Penyebabnya, sekolahan tersebut tidak memiliki murid kelas VI. Selain kelas VI, sekolahan tersebut juga tidak punya murid untuk kelas II dan IV.

Desa Prigi lokasinya cukup terpencil dan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Semarang. Letaknya berada ujung barat daya wilayah Grobogan. Dari kota Purwodadi jaraknya sekitar 60 km melewati kawasan hutan.

Menurut Amin, saat ini, sekolah tersebut hanya punya murid untuk kelas I, III dan V. Jumlah murid keseluruhan di SDN 03 Prigi juga cukup minim, yakni hanya 31 anak.

“Kondisi sekolahan ini memang cukup unik dan hanya satu-satunya di Grobogan. Yakni, hanya memiliki murid kelas ganjil saja. Oleh sebab itu, sekolahan ini tidak menyelenggarakan ujian nasional karena murid kelas VI kosong ,” jelasnya, Jumat (4/5/2018).
Amin menjelaskan, sekolahan tersebut berada pada dusun yang jumlah penduduknya tidak terlalu banyak, seperti dusun lainnya. Kondisi berdampak dengan minimnya anak usia SD pada satu angkatan.Meski muridnya minim, pihaknya tidak bisa melakukan upaya merger atau penggabungan dengan sekolah lain. Misalnya dengan SDN 01 dan SDN 02.Soalnya, lokasinya sangat berjauhan. Jika dipaksakan merger dampaknya bisa menyebabkan banyak orang tua malah enggan menyekolahkan anaknya.“Sekolahan itu tidak akan kita merger. Seberapapun muridnya tetap kita berikan pelayanan maksimal supaya anak-anak disana tetap bersekolah,” imbuhnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler