Cukupi Kebutuhan Air, Dinas Pertanian Grobogan Kembangkan Jaringan Irigasi Perpipaan
Dani Agus
Sabtu, 5 Mei 2018 14:29:33
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, anggaran pembuatan jaringan irigasi perpipaan nilainya sekitar Rp 1,7 miliar melalui dana APBN. Dana tersebut digunakan untuk membangun jaringan irigasi perpipaan sepanjang 1,6 km. Diharapkan, dengan pembuatan jaringan irigasi perpipaan bisa mencukupi kebutuhan air pada lahan pertanian hingga ratusan hektar.
Menurut Edhie, selama ini, kebutuhan air dipasok melalui irigasi saluran terbuka. Pada irigasi model ini ada persoalan utama. Yakni, besarnya kehilangan air dalam proses penyaluran karena menguap atau keluar dari celah-celah saluran.
“Untuk menekan kehilangan air ini perlu ditunjang dengan model infrastruktur jaringan irigasi yang sesuai. Yakni, jaringan irigasi model perpipaan,” jelasnya, Jumat (4/5/2018).
Kasi Lahan Irigasi dan Pembiayaan Sujono menambahkan, selain menekan kehilangan air, ada beberapa keuntungan lain yang didapat dengan jaringan irigasi perpipaan. Antara lain, air irigasi akan cepat sampai tujuan. Kemudian, air tidak mudah tercemar oleh keadaan sekitarnya. Melalui jaringan perpipaan, volume pembagian air dapat diketahui dengan tepat.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



