Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, anggaran pembuatan jaringan irigasi perpipaan nilainya sekitar Rp 1,7 miliar melalui dana APBN. Dana tersebut digunakan untuk membangun jaringan irigasi perpipaan sepanjang 1,6 km. Diharapkan, dengan pembuatan jaringan irigasi perpipaan bisa mencukupi kebutuhan air pada lahan pertanian hingga ratusan hektar.

Menurut Edhie, selama ini, kebutuhan air dipasok melalui irigasi saluran terbuka. Pada irigasi model ini ada persoalan utama. Yakni, besarnya kehilangan air dalam proses penyaluran karena menguap atau keluar dari celah-celah saluran.

“Untuk menekan kehilangan air ini perlu ditunjang dengan model infrastruktur jaringan irigasi yang sesuai. Yakni, jaringan irigasi model perpipaan,” jelasnya, Jumat (4/5/2018).

Kasi Lahan Irigasi dan Pembiayaan Sujono menambahkan, selain menekan kehilangan air, ada beberapa keuntungan lain yang didapat dengan jaringan irigasi perpipaan. Antara lain, air irigasi akan cepat sampai tujuan. Kemudian, air tidak mudah tercemar oleh keadaan sekitarnya. Melalui jaringan perpipaan, volume pembagian air dapat diketahui dengan tepat.
Disamping itu, pemasangan pipa dan bangunan pelengkapnya cukup sederhana dan mudah. Pembangunan jaringan irigasi membutuhkan lahan relatif sempit dibandingkan dengan irigasi terbuka.Ia menjelaskan, air baku irigasi perpipaan di Desa Karangsari diambilkan dari sungai Lusi. Prosesnya, air sungai disedot dengan mesin pompa air besar. Kemudian, air itu dialirkan dulu ke saluran terbuka.Pada titik yang sudah ditentukan, ditempatkan lagi rumah mesin pompa untuk menyedot air dan dimasukkan dalam jaringan irigasi pipa. Mesin pompa ditempatkan pada bangunan permanen yang sudah dibuatkan di dekat areal persawahan.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler