Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Public Affairs Manager Asean DuPont Pioneer Indonesia Devi Kusumaningrum menyatakan, dengan varietas baru ini petani bisa mendapatkan potensi hasil panen lebih banyak. Soalnya, varietas baru ini dapat ditanam pada populasi rapat sehingga jumlah tanamannya lebih banyak.

“Rata-rata hasil panennya 9,6 ton per hektare dengan potensi panen bisa mencapai 13 ton per hektar. Tanaman sudah bisa dipanen pada umur 90 hari,” ujarnya dihadapan petani.

Untuk mengenalkan produk baru itu, pihaknya sudah membuat demplot atau lahan percontohan. Dengan cara ini, para petani bisa langsung mengamati kondisi tanaman setiap hari.

[caption id="attachment_142253" align="aligncenter" width="715"] DuPont Pioneer Indonesia mengenalkan produk benih baru pada puluhan petani di Desa Nambuhan, Kecamatan Purwodadi, Sabtu (12/5/2018). (MuriaNewsCom/ Dani Agus)[/caption]

Marketing Manager DuPont Pioneer Indonesia Yuana Leksana menyatakan, varietas benih jagung hibrida baru sangat diperlukan ke petani untuk mendukung dua target. Pertama, peningkatan pendapatan dari hasil pertanian. Target kedua adalah  ikut memberikan kontribusi yang pada target pemerintah dalam hal swasembada pangan dari produk jagung.
Secara morfologi tanaman P36 Bekisar tumbuh seragam, batang dan daun tetap segar, tongkol besar dan panjang, warna biji merah cerah. Varietas ini diklaim punya ketahanan terhadap bulai atau jamur Peronosclerospora maydis.“Biji jagung warnanya merah cerah. Perlu diketahui, mayoritas industri pakan ternak menyukai biji warna merah ini,” terangnya.Sementara itu, sejumlah petani mengaku senang dengan hadirnya benih jagung hibrida varietas baru tersebut. Dengan demikian mereka bisa memiliki banyak pilihan benih ketika musim tanam tiba.“Produk benih dari Pioneer sebenarnya sudah familiar dengan petani sini. Selama ini, petani sering mengeluhkan serangan bulai pada tanaman jagung. Semoga, benih baru ini nanti bisa jadi pilihan karena disebutkan tahan bulai,” cetus Pujiyanto, salah seorang petani setempat.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler