Duh, Polisi dan Petugas Damkar di Grobogan Direpotkan Aksi Bakar Jerami Sembarangan
Dani Agus
Jumat, 22 Juni 2018 16:10:32
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
“Setelah lebaran, kita sudah beberapa kali memadamkan tumpukan jerami yang dibakar di pinggir jalan raya di wilayah Kecamatan Godong dan Penawangan. Petugas damkar dilibatkan karena kondisi api sangat besar dan asapnya membahayakan banyak orang,” kata Kasi Damkar Grobogan Paiman, Jumat (22/6/2018).
Adanya aksi pembakaran jerami seenaknya sendiri tanpa mempedulikan keselamatan orang lain juga bikin sibuk polisi. Akibat aksi pembakaran itu, asap dari jerami yang dibakar sempat menutupi jalan raya sehingga mengganggu pengendara.
Munculnya asap tebal dari pembakaran jerami menyebabkan arus lalu lintas sempat tersendat. Soalnya, jalan raya tertutup asap tebal sehingga mengganggu pandangan pengendara motor maupun mobil.
“Sudah beberapa kali kita dapat laporan warga terkait pembakaran jerami dipinggir sawah. Ketika kena angin, asap pembakaran jeramibisa menutup jalan dan ini sangat membahayakan,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.
Sejumlah polisi bersiaga untuk mengatur lalu lintas akibat jalan raya tertutup asap dari pembakaran jerami. (MuriaNewsCom/Dani Agus)[/caption]Terkait kejadian itu, Panji menghimbau kepada petani untuk bersikap hati-hati saat melangsungkan panen. Yakni, tidak menaruh hasil panen di bahu jalan karena mengganggu arus kendaraan.Selain itu, petani juga diminta tidak membakar tumpukan jerami dekat dengan jalan raya. Soalnya, jika ada angin berhembus, asap pembakaran bisa menutup jalan dan membahayakan pengendara yang melintas.“Saya minta petani jangan bakar-bakar jerami di pinggir jalan. Kalau mau dibakar, sebaiknya ditaruh di tengah sawah yang jauh dari jalan. Satu hal lagi, kalau bakar jerami jangan langsung ditinggal begitu saja. Tetapi harus diawasi agar apinya tidak menjalar ke lokasi lain,” imbuhnya.Editor : Supriyadi
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



