Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Penataan terhadap Wana Wisata Migas Kedungpupur ini sudah cukup bagus. Kita harapkan, tempat ini nantinya bisa jadi daya tarik baru bagi wisatawan yang datang ke Blora,” kata Arief saat  memimpin rapat koordinasi pengelolaan Wana Wisata Migas Kedungpupur di Balai Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Selasa (3/7/2018).

Rakor dihadiri Adm Perhutani KPH Cepu Agus Yulianto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Gunadi, Anggota Komisi B DPRD Blora Siswanto dan Camat Sambong Retno Kusumowati. Hadir pula dalam rakor tersebut perwakilan dari Bagian Tata Pemerintahan, Bappeda, Kepala Desa Ledok Giyanti, Sambong dan Sambongrejo, serta pengurus BUMDes Bersama Desa Ledok, LMDH dan masyarakat setempat.

Arief menginginkan agar pengelolaan Wana Wisata Migas Kedungpupur dibahas bersama antara LMDH dan BUMDes, mengenai sistem kelolanya agar bisa berjalan bersama-sama. Dengan demikian, keberadaan Wana Wisata Kedungpupur kedepan bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi warga sekitar.

Diharapkan, Wana Wisata Kedungpupur bisa dikemas menjadi paket wisata bersama dengan obyek wisata sumur minyak tua, dan Kampung Samin Sambongrejo.
“Penataan potensi wisata ini terus kita dorong agar pertumbuhan ekonomi kita semakin bagus. Apalagi tidak lama lagi akan ada pembangunan Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu. Sehingga potensi wisata yang ada harus terus digarap agar bisa meningkatkan kunjungan ke Kabupaten Blora,” cetus Arief.Adm Perhutani KPH Cepu Agus Yulianto selaku pemangku wilayah hutan di Wana Wisata Kedungpupur menyatakan, Perhutani saat ini tidak hanya mengandalkan hasil hutan saja, namun dituntut agar bisa memaksimalkan potensi wisata yang dimiliki. Oleh sebab itu, pihaknya sangat mendukung revitalisasi Wana Wisata Kedungpupur yang ada di Desa Ledok tersebut.“Sebelum dilaunching, kami ingin nantinya LMDH dan BUMDes bisa duduk bersama mengatur sistem pembayaran tiketnya. Para pengunjung nantinya digratiskan masuk tempat wisata. Mereka hanya ditarik parkir dan biaya wahana saja. Misalnya, wahana tempat pemancingan dan kolam renang,” ujar Agus.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler