“Penataan terhadap Wana Wisata Migas Kedungpupur ini sudah cukup bagus. Kita harapkan, tempat ini nantinya bisa jadi daya tarik baru bagi wisatawan yang datang ke Blora,” kata Arief saat memimpin rapat koordinasi pengelolaan Wana Wisata Migas Kedungpupur di Balai Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Selasa (3/7/2018).
Rakor dihadiri Adm Perhutani KPH Cepu Agus Yulianto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Gunadi, Anggota Komisi B DPRD Blora Siswanto dan Camat Sambong Retno Kusumowati. Hadir pula dalam rakor tersebut perwakilan dari Bagian Tata Pemerintahan, Bappeda, Kepala Desa Ledok Giyanti, Sambong dan Sambongrejo, serta pengurus BUMDes Bersama Desa Ledok, LMDH dan masyarakat setempat.
Arief menginginkan agar pengelolaan Wana Wisata Migas Kedungpupur dibahas bersama antara LMDH dan BUMDes, mengenai sistem kelolanya agar bisa berjalan bersama-sama. Dengan demikian, keberadaan Wana Wisata Kedungpupur kedepan bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi warga sekitar.
Diharapkan, Wana Wisata Kedungpupur bisa dikemas menjadi paket wisata bersama dengan obyek wisata sumur minyak tua, dan Kampung Samin Sambongrejo.
“Penataan potensi wisata ini terus kita dorong agar pertumbuhan ekonomi kita semakin bagus. Apalagi tidak lama lagi akan ada pembangunan Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu. Sehingga potensi wisata yang ada harus terus digarap agar bisa meningkatkan kunjungan ke Kabupaten Blora,” cetus Arief.Adm Perhutani KPH Cepu Agus Yulianto selaku pemangku wilayah hutan di Wana Wisata Kedungpupur menyatakan, Perhutani saat ini tidak hanya mengandalkan hasil hutan saja, namun dituntut agar bisa memaksimalkan potensi wisata yang dimiliki. Oleh sebab itu, pihaknya sangat mendukung revitalisasi Wana Wisata Kedungpupur yang ada di Desa Ledok tersebut.“Sebelum dilaunching, kami ingin nantinya LMDH dan BUMDes bisa duduk bersama mengatur sistem pembayaran tiketnya. Para pengunjung nantinya digratiskan masuk tempat wisata. Mereka hanya ditarik parkir dan biaya wahana saja. Misalnya, wahana tempat pemancingan dan kolam renang,” ujar Agus.
Editor : Ali Muntoha
Murianews, Blora - Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi penataan Wana Wisata Migas Kedungpupur di Desa Ledok, Kecamatan Sambong yang baru saja selesai dibangun. Harapannya, wana wisata ini nantinya bisa dikemas menjadi sebuah paket wisata yang terintegrasi dengan daya tarik wisata lainnya di Kecamatan Sambong dan sekitarnya.
“Penataan terhadap Wana Wisata Migas Kedungpupur ini sudah cukup bagus. Kita harapkan, tempat ini nantinya bisa jadi daya tarik baru bagi wisatawan yang datang ke Blora,” kata Arief saat memimpin rapat koordinasi pengelolaan Wana Wisata Migas Kedungpupur di Balai Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Selasa (3/7/2018).
Rakor dihadiri Adm Perhutani KPH Cepu Agus Yulianto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Gunadi, Anggota Komisi B DPRD Blora Siswanto dan Camat Sambong Retno Kusumowati. Hadir pula dalam rakor tersebut perwakilan dari Bagian Tata Pemerintahan, Bappeda, Kepala Desa Ledok Giyanti, Sambong dan Sambongrejo, serta pengurus BUMDes Bersama Desa Ledok, LMDH dan masyarakat setempat.
Arief menginginkan agar pengelolaan Wana Wisata Migas Kedungpupur dibahas bersama antara LMDH dan BUMDes, mengenai sistem kelolanya agar bisa berjalan bersama-sama. Dengan demikian, keberadaan Wana Wisata Kedungpupur kedepan bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi warga sekitar.
Diharapkan, Wana Wisata Kedungpupur bisa dikemas menjadi paket wisata bersama dengan obyek wisata sumur minyak tua, dan Kampung Samin Sambongrejo.
“Penataan potensi wisata ini terus kita dorong agar pertumbuhan ekonomi kita semakin bagus. Apalagi tidak lama lagi akan ada pembangunan Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu. Sehingga potensi wisata yang ada harus terus digarap agar bisa meningkatkan kunjungan ke Kabupaten Blora,” cetus Arief.
Adm Perhutani KPH Cepu Agus Yulianto selaku pemangku wilayah hutan di Wana Wisata Kedungpupur menyatakan, Perhutani saat ini tidak hanya mengandalkan hasil hutan saja, namun dituntut agar bisa memaksimalkan potensi wisata yang dimiliki. Oleh sebab itu, pihaknya sangat mendukung revitalisasi Wana Wisata Kedungpupur yang ada di Desa Ledok tersebut.
“Sebelum dilaunching, kami ingin nantinya LMDH dan BUMDes bisa duduk bersama mengatur sistem pembayaran tiketnya. Para pengunjung nantinya digratiskan masuk tempat wisata. Mereka hanya ditarik parkir dan biaya wahana saja. Misalnya, wahana tempat pemancingan dan kolam renang,” ujar Agus.
Editor : Ali Muntoha