Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


”Alhamdulillah, tahun ini saya dapat porsi keberangkatan haji. Insya Allah, nanti berangkatnya tanggal 7 Agustus,” kata Mashuri pada wartawan yang bertandang ke rumahnya, Jumat (21/7/2018).

Mashuri tidak berangkat haji sendirian. Tetapi bersama sang istri Siti Paimah (59). Keduanya, tergabung dalam kloter 75. Saat ini, Mashuri untuk sementara libur bekerja. Ia masih perlu mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam menunaikan ibadah haji nanti.

“Waktu keberangkatan sudah dekat. Jadi untuk sementara libur kerja dulu,” kata bapak tiga orang anak dan delapan cucu itu.

Mashuri bersama istri mendaftar haji sejak 2011 lalu. Sesuai daftar tunggu, keduanya akan berangkat ke tanah suci tahun 2017 lalu. Namun, keberangkatan mereka tertunda karena ada pengurangan kuota haji waktu itu. Baru pada tahun inilah mereka akhirnya dapat kepastian berangkat haji.

“Saya senang setelah dapat informasi kalau bisa naik haji tahun ini,” sambung Mashuri.
Keinginan menunaikan ibadah haji mulai muncul sekitar tahun 2005 lalu atau 13 tahun lalu. Meski demikian, belum ada rencana untuk mendaftar. Setelah ada dorongan dari anak-anaknya, barulah mereka mendaftar haji ke kantor Kemenag Grobogan.”Anak-anak, minta agar segera daftar dulu. Kalau ditunda-tunda keburu tambah tua karena daftar tunggunya cukup lama,” timpal Patimah.Mashuri bekerja jadi penarik becak sejak masih bujang. Dari penghasilan yang sebagian disisihkan untuk ditabung. Hasil tabungannya selama belasan tahun akhirnya bisa dibelikan sawah di desanya.Setelah memiliki sawah, Mashuri juga kerja jadi petani, setelah selesai cari penumpang. Sebagian sawah hasil tabungannya itu kemudian dijual untuk biaya daftar haji pada tahun 2011.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler