Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Saat ini, sudah ada 82 desa di 12 kecamatan yang mengalami dampak kekeringan. Beberapa hari lalu, jumlahnya baru mencapai 79 desa.

“Terbaru, ada tambahan tiga desa yang mengalami kekeringan. Yakni Desa Tanjungrejo di Kecamatan Wirosari, serta Desa Ngrandah, dan Desa Tunggak di Kecamatan Toroh. Saat ini status sudah siaga darurat. Kendati demikian, bencana kekeringan belum mencapai puncaknya,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Grobogan Budi Prihantoro, Kamis (2/8/2018).

Dijelaskan, 82 desa tersebut berasal dari Kecamatan Gabus ada 12 desa, Ngaringan empat desa, Grobogan delapan desa, Kradenan 14 desa, Kedungjati empat desa, Pulokulon 13 desa, Geyer 10 desa, Purwodadi enam desa, Gubug satu desa, Tawangharjo empat desa, Wirosari empat deaa, dan Toroh dua desa

Dampak kekeringan cukup parah terjadi di beberapa kecamatan. Yakni, Kecamatan Gabus, Geyer, Kradenan, Kedungjati dan Pulokulon. Sedangkan di Kecamatan lainnya, sebagian besar masih kategori sedang.

Terkait kondisi kekeringan itu, Budi menyatakan, pihaknya sudah mulai melakukan droping air bersih sejak dua pekan lalu. Hingga saat ini, bantuan air yang disalurkan sebanyak 123 tangki. Bantuan air bersih diprioritaskan untuk desa yang kategori kekeringannya berat.
“Hingga hari ini, penyaluran bantuan air bersih masih terus kita lakukan. Prioritasnya untuk yang berat dulu. Kekuatan droping per hari sekitar 9 sampai 12 tangki,” jelasnya.Agus menambahkan, untuk penanganan bencana kekeringan tahun ini, sudah dialokasikan anggaran sekitar Rp 175 juta. Dana ini disiapkan untuk kegiatan yang berkaitan dengan penanganan bencana kekeringan, khususnya droping air bersih pada masyarakat.“Selain itu, kami juga menggandeng PMI, Baznas, Pengusaha melalui dana CSR, komunitas, dan instansi-instansi non pemerintahan,’’ sambung Budi.Berdasarkan data bencana yang ada, dari 280 desa/kelurahan yang ada, hampir separuhnya rawan bencana kekeringan. Sementara dari 19 kecamatan, hanya ada empat kecamatan yang relatif  aman dari bencana kekeringan. Yakni Kecamatan Godong, Gubug, Klambu dan Tegowanu.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler