3 Bulan Tak Ada Hujan, 146 Desa di Blora Dilanda Kekeringan
Dani Agus
Sabtu, 4 Agustus 2018 18:00:57
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Blora Sri Rayahu menyatakan, kekeringan mulai terjadi sejak tiga bulan lalu. Dari 14 kecamatan yang wilayahnya mengalami kekeringan, ada satu kecamatan yang kondisinya paling parah. Yakni, Kecamatan Jati yang semua desa di wilayah itu terkena dampak kekeringan. Jumlahnya ada 12 desa.
“Terkait kondisi ini, kita sudah tetapkan status darurat bencana kekeringan. Penetapan status ini dilakukan menyusul makin banyaknya jumlah desa yang dilanda kekeringan,” jelasnya pada wartawan.
Menurutnya, untuk menanggulangi bencana kekeringan, pihaknya sudah mulai melakukan droping air bersih sejak satu bulan lalu. Bantuan air yang disalurkan sebanyak 50 tangki per hari. Bantuan air bersih diprioritaskan untuk desa yang kategori kekeringannya berat.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



