Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kasatreskrim Polres Blora AKP Herry Dwi Utomo mengatakan, fokus penyelidikan yang dilakukan sejak awal adalah mengungkap identitas korban. Jika identitas sudah jelas, maka penyelidikan selanjutnya akan lebih mudah dilakukan.

Herry menjelaskan, berdasarkan penyelidikan sementara, korban adalah perempuan berusia 21 tahun. Namanya, Ferin Diah Anjani, warga Desa Sendangmulyo RT 4, RW 16 Kecamatan Tembalang, Semarang.

Dari penyelidikan yang dilakukan akhirnya ada informasi laporan orang di Polrestabes Semarang dengan ciri-ciri hampir sama dengan mayat yang ditemukan hangus terbakar. Selanjutnya, anggota mendatangi rumah keluarga korban dengan membawa barang bukti anting yang sudah diamankan saat olah TKP.

Baca Juga: 
“Saat kita tunjukkan barangnya, pihak keluarga mengenali anting itu dan membenarkan kalau itu anting milik korban. Meski demikian, kami akan memastikan lagi dengan melakukan tes DNA dicocokkan dengan keluarganya,” kata Herry pada wartawan, Selasa (7/8/2018).Seperti diberitakan, warga Desa Sendangwates, Kecamatan Kunduran, Blora digegerkan dengan penemuan sosok mayat di kawasan hutan jati, Rabu (1/8/2018). Mayat yang ditemukan tidak jauh dari jalan raya Kunduran-Todanan itu kondisinya sangat mengenaskan karena hampir sekujur tubuhnya hangus. Diduga, mayat berjenis kelamin perempuan itu merupakan korban pembunuhan dan dibakar oleh pelakunya.Penemuan mayat itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Mayat tersebut kali pertama diketahui oleh beberapa warga yang saat itu hendak mencari pakan ternak di kawasan hutan.Saat melintas di dekat lokasi, mereka sempat mencium bau gosong seperti benda yang terbakar. Saat dicari, akhirnya terlihat sosok mayat dengan kondisi hangus terbakar. Penemuan mayat itu selanjutnya dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler