Hasil Panen Laku Cukup Tinggi, Petani Tembakau di Grobogan Sumringah
Dani Agus
Kamis, 6 September 2018 16:47:03
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Beberapa petani yang ditemui menyatakan, harga jual tembakau saat ini dirasa cukup bagus. Di mana, pada petik kepelan atau petik daun pertama laku sekitar Rp 19- 20 ribu per kilogram. Harga ini untuk kondisi tembakau yang sudah dirajang dan dijemur kering.
“Dibandingkan tahun lalu, ada kenaikan harga. Tahun kemarin, harga kepelan hanya Rp 15 ribu per kilonya. Tembakau yang ditanam disekitar sini kebanyakan jenis crupung atau tembakau biasa,” kata Warsito, petani tembakau di Desa Tunggak, Kecamatan Toroh, Kamis (6/8/2018).
Menurut petani, bagusnya harga tembakau salah satunya disebabkan kondisi cuaca cukup mendukung. Di mana, curah hujan sejak awal tanam hingga menjelang panen tidak begitu tinggi. Kondisi cuaca seperti ini sangat berpengaruh dengan pertumbuhan tanaman dan harga jualnya.
“Cuaca kali ini memang sangat mendukung. Menjelang panen tidak begitu banyak hujan sehingga daun tembakau tidak rusak kena air,” jelas Sunarto, petani di Desa Kenteng.
Kepala Desa Kenteng M Sofwan menyatakan, untuk harga petik kedua sampai keempat, saat ini laku sampai Rp 35 ribu. Diperkirakan harga jual tembakau masih bisa naik.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



