Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, supaya bisa memanfaatkan fasilitas itu, para petani sudah mendapat pelatihan Aplikasi Eragano dan Sosialisasi End to End Solution dari Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika. Pelatihan ini digelar dalam rangka pelaksanaan program ‘Petani Go Online’ yang dicanangkan pemerintah.
“Ada 100 petani dari perwakilan 12 kecamatan sentra jagung yang ikut pelatihan,” katanya, Kamis (4/10/2018).
Menurut Edhie, program ‘Petani Go Online’ akan menjadikan agribisnis ditingkat petani menjadi efektif dan efisien. Soalnya, petani dapat mengetahui harga di pasaran dan petani tidak akan bisa dikendalikan dengan pemain tertentu saja.
Aplikasi ini akan membantu memotong beberapa titik tengkulak sehingga nantinya terjadi transaksi langsung, antara penjual dan pembeli. Dengan demikian, keuntungan yang diterima petani bisa semakin banyak.
“Untuk Kabupaten Grobogan, aplikasi ini akan difokuskan pada usaha tani komoditas Jagung. Diharapkan petani dapat mengakses dan memperoleh manfaat dari mulai penyediaan permodalan, informasi pertanian terupdate sampai jaringan pemasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Milikta Jaya Sembiring dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo menyatakan, training ini bertujuan memperkenalkan aplikasi eragano dan end to end solution kepada petani. Aplikasi ini bertujuan memberikan solusi usaha tani dari hulu ke hilir untuk petani rumah tangga. Aplikasi ini berbasis teknologi modern (android) yang dapat di akses petani secara fleksibel dimana saja dan kapan saja.Dalam program ini, petani difasilitasi dengan aplikasi marketplace pertanian nasional dan informasi pengendalian stok. Harapannya, sektor pertanian harus bisa mengejar ketertinggalan dari sektor transportasi, perdagangan, wisata yang sudah cukup banyak menggunakan aplikasi.Dijelaskan, ‘Petani Go Online’, merupakan program pemerintah untuk mendorong kerakyatan melalui proses revitalisasi di sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui program ini, petani akan lebih mudah mendapatkan informasi bahan baku dan harga, menjual hasil produksi serta pemasaran".“Aplikasi eragano dan end to end solution pertanian bisa membantu efisiensi produksi dan pengelolaan sumberdaya petani. Manfaatnya bagi petani akan memiliki akses langsung ke pembeli serta bisa menyinergikan pemerintah, asosiasi dan industri. Target pemerintah pada Tahun 2020 diharapkan petani siap di era digital melalui aplikasi pertanian,” jelas Milikta.
Editor: Supriyadi
Murianews, Grobogan - Mengikuti perkembangan zaman, pemasaran hasil pertanian di Grobogan direncanakan bakal memanfaatkan teknologi. Yakni, melalui aplikasi Eragano berbasis teknologi modern (android) yang dapat di akses petani secara fleksibel dimana saja dan kapan saja.
Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, supaya bisa memanfaatkan fasilitas itu, para petani sudah mendapat pelatihan Aplikasi Eragano dan Sosialisasi End to End Solution dari Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika. Pelatihan ini digelar dalam rangka pelaksanaan program ‘Petani Go Online’ yang dicanangkan pemerintah.
“Ada 100 petani dari perwakilan 12 kecamatan sentra jagung yang ikut pelatihan,” katanya, Kamis (4/10/2018).
Menurut Edhie, program ‘Petani Go Online’ akan menjadikan agribisnis ditingkat petani menjadi efektif dan efisien. Soalnya, petani dapat mengetahui harga di pasaran dan petani tidak akan bisa dikendalikan dengan pemain tertentu saja.
Aplikasi ini akan membantu memotong beberapa titik tengkulak sehingga nantinya terjadi transaksi langsung, antara penjual dan pembeli. Dengan demikian, keuntungan yang diterima petani bisa semakin banyak.
“Untuk Kabupaten Grobogan, aplikasi ini akan difokuskan pada usaha tani komoditas Jagung. Diharapkan petani dapat mengakses dan memperoleh manfaat dari mulai penyediaan permodalan, informasi pertanian terupdate sampai jaringan pemasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Milikta Jaya Sembiring dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo menyatakan, training ini bertujuan memperkenalkan aplikasi eragano dan end to end solution kepada petani. Aplikasi ini bertujuan memberikan solusi usaha tani dari hulu ke hilir untuk petani rumah tangga. Aplikasi ini berbasis teknologi modern (android) yang dapat di akses petani secara fleksibel dimana saja dan kapan saja.
Dalam program ini, petani difasilitasi dengan aplikasi marketplace pertanian nasional dan informasi pengendalian stok. Harapannya, sektor pertanian harus bisa mengejar ketertinggalan dari sektor transportasi, perdagangan, wisata yang sudah cukup banyak menggunakan aplikasi.
Dijelaskan, ‘Petani Go Online’, merupakan program pemerintah untuk mendorong kerakyatan melalui proses revitalisasi di sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui program ini, petani akan lebih mudah mendapatkan informasi bahan baku dan harga, menjual hasil produksi serta pemasaran".
“Aplikasi eragano dan end to end solution pertanian bisa membantu efisiensi produksi dan pengelolaan sumberdaya petani. Manfaatnya bagi petani akan memiliki akses langsung ke pembeli serta bisa menyinergikan pemerintah, asosiasi dan industri. Target pemerintah pada Tahun 2020 diharapkan petani siap di era digital melalui aplikasi pertanian,” jelas Milikta.
Editor: Supriyadi