Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Melalui aplikasi Sismontep ini akan memudahkan dalam memonitor realisasi fisik, realisasi keuangan termasuk pelelangan proyek di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau SKPD.

Meski demikian, operator Sismontep di tiap OPD belum memaksimalkan aplikasi tersebut. Indikasinya, dalam data terbaru belum mencerminkan kondisi riil kegiatan di OPD tersebut.

“Laporan dalam Sismontep ini belum seluruhnya diupdate dengan baik. Saya minta, agar kepala OPD memerintahkan operator Sismontep untuk menginput realisasi pembangunan dan penyerapan anggaran secepatnya, sesuai dengan kondisi riil,” tegas Sekda Grobogan Moh Sumarsono saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Pembangunan (Rakor POP) triwulan III tahun 2018, di gedung Riptaloka setda Grobogan, Rabu (24/10/2018).

Menurutnya, dengan aplikasi Sismontep, semua progres realisasi fisik, realisasi keuangan dan proses lelang bisa di monitor secara online. Ia menyontohkan, jika ingin tahu berapa anggaran dan realisasi kegiatan pada salah satu dinas, tinggal klik melalui aplikasi maka datanya akan keluar semuanya.
Dengan adanya Sismontep memungkinkan kepala daerah cepat mengambil keputusan dalam menentukan langkah strategis pembangunan. Demikian pula jika terdapat hambatan maupun penyerapan belanja daerah yang masih rendah bisa segera dicarikan solusi dengan cepat.“Sebelumnya, kita masih pakai cara manual sehingga terkadang muncul kesalahan saat memasukkan data. Jadi dalam rakor POP ini, kita sudah menggunakan data hasil merupakan input tiap SKPD di aplikasi Sismontep. Sayangnya, datanya belum semuanya dimasukkan dalam aplikasi,” jelasnya.Dalam kesempatan itu, Sumarsono meminta para kepala OPD agar melakukan akselerasi atau percepatan pelaksanaan kegiatan fisik tahun 2018. Hal itu ditegaskan karena realisasi fisik hingga pertengahan Oktober dinilai masih rendah berdasarkan data Sismontep. Yakni sekitar realisasi fisik baru sekitar 56,94 persen. Sementara target yang ditentukan sebesar 68,64 persen.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler