Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pernyataan sikap dicetuskan dalam acara silaturahmi antar ormas Islam dengan jajaran Forkompinda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Silahturahmi dilaksanakan di pendopa rumah dinas Bupati Blora, Jumat (2/11/2018).

Silaturahmi dibuka langsung oleh Bupati Blora Djoko Nugroho. Hadir dalam acara ini, para pimpinan Forkopimda, Kemenag, Kesbangpol, Forkopimcam se-Kabupaten Blora, FKUB dan para pimpinan ormas Islam yang masing-masing beserta anggotanya. Diantaranya MUI, NU, Muslimat, Muhmamadiyah, LDII, Al Ausath, GP Ansor, Banser dan Kokam.

Bupati Djoko Nugroho menyampaikan rasa terimakasih karena seluruh ormas Islam di Kabupaten Blora bersedia hadir untuk bersama-sama menyatakan sikap atas kejadian di Garut beberapa waktu lalu. Menurutnya ada beberapa sikap yang diambil untuk disepakati bersama agar Blora tetap aman dan kondusif.

“Berdasarkan pertemuan Forkopimda dengan para pimpinan Ormas Islam di Kantor Kemenag beberapa hari lalu, maka telah disepakati dan ditandatangani tiga sikap yang akan dilakukan. Yakni yang pertama sepakat menjaga kondusifitas Kabupaten Blora dengan tidak mudah terprovokasi dan terpancing isu yang membuat atau menimbulkan kegaduhan,” jelas Djoko.
Poin kedua, lanjut Djoko, semua sepakat untuk menjaga sinergitas dengan stakeholder bersama elemen masyarakat Kabupaten Blora untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Ketiga, sepakat apabila ada masalah hukum harus ditangani sesuai dengan prsedur hukum yang berlaku.Dari tiga sikap itu, Bupati ingin Blora yang terdiri dari berbagai ormas Islam ini selalu aman dan kondusif. Selain itu juga belajar menghargai perbedaan dan toleransi sehingga bisa terwujud kebersamaan dan kerukunan antar ormas Islam, maupun antar umat beragama.“Inilah Indonesia yang terdiri dari beragam perbedaan. Namun dengan perbedaan itulah yang membuat Indonesia indah dan kuat. Kita sepakat ya untuk tetap bersatu di tengah perbedaan oragnisasi demi Blora khususnya dan NKRI,” pungkas Djoko.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler