Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebelum ada razia, para pelajar itu terlihat asik nongkrong di warung kopi di Kelurahan Purwodadi dan Kelurahan Kalongan. Begitu melihat ada razia, para pelajar sempat kalang kabut dan berupaya lari. Namun, upaya itu gagal karena akses jalan untuk kabur sudah ditutup polisi.

“Kegiatan ini dilakukan untuk merazia pelajar-pelajar yang keluyuran di jam sekolah. Harapannya, ini menjadi shock terapy buat mereka agar tak membolos lagi di jam sekolah. Ada 21 pelajar yang kita amankan. Sebagian pelajar ini sudah ganti baju biasa,” ujar Kasat Sabhara AKP Lamsir.

Ia mengungkapkan, razia tersebut berawal dari adanya laporan warga yang mulai resah karena banyak pelajar keluyuran saat jam sekolah. Laporan itu ditindaklanjuti dengan melangsungkan razia.Selanjutnya, para pelajar tersebut diangkut polisi ke Mapolres Grobogan untuk didata. Setelah pendataan selesai, para pelajar itu diminta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Kemudian, polisi mengubungi guru BK masing-masing sekolah untuk menjemput pelajarnya yang terjaring razia.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler