BPTP Jateng Kenalkan Teknologi Ozon untuk Penyimpanan Benih Kedelai di Grobogan
Dani Agus
Kamis, 8 November 2018 16:01:17
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
“Biasanya, penyimpanan benih kedelai hanya bisa bertahan sekitar dua bulan. Dengan menggunakan teknologi ozon bisa tahan sampai enam bulan. Hal ini terjadi karena matinya jamur dan bakteri yang mempercepat pembusukan benih,” katanya pada wartawan.
Sebelumnya, teknologi ozon itu sudah diaplikasikan pada komoditas lain. Yakni tanaman sayur-sayuran dan bawang merah dan hasilnya dinilai cukup signifikan. Untuk pengaplikasian pada komoditas kedelai baru dilakukan kali ini di Grobogan.
“Aplikasi yang kita lakukan disini nantinya masih perlu pembuktian lebih lanjut. Akan kita lihat apakah hasil produksi tanaman bisa jadi lebih bagus atau tidak. Namun, kami sudah membuktikan kalau teknologi ozon ini membuat proses penyimpanan bisa lebih lama,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, pihaknya menyambut baik penerapan teknologi ozon untuk penyimpanan benih kedelai tersebut. Sebab, jika benar-benar berhasil maka teknologi baru itu dinilai akan sangat menguntungkan petani.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



