Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dibilang lain karena suasana di balaidesa yang dipakai untuk tempat pemungutan suara (TPS) disulap seperti tempat pesta pernikahan. Di dalam pendapa balaidesa ditempatkan sebuah pelaminan pengantin. Sementara panitia Pilkades semuanya memakai pakaian adat Jawa.

Pelaksanaan Pilkades di Desa Banjarejo diikuti dua orang calon. Yakni, incumbent Ahmad Taufik dengan nomor urut 1 dan Yuyun Istichoma dengan nomor urut 2.

Kedua calon kades ini juga didaulat mengenakan pakaian layaknya sepasang pengantin.

Kedua calon kades yang kebetulan adalah pasangan suami istri tersebut diarak ribuan warga dengan berjalan kaki, dari rumahnya menuju balaidesa yang jaraknya sekitar 2 kilometer. Dalam perjalanan menuju balaidesa, ada rombongan grup barongan yang ikut mengarak dibarisan paling depan.

[caption id="attachment_152438" align="alignnone" width="715"] Dua calon kepala desa Banjarejo menggunakan hak pilihnya saat Pilkades serentak. (MuriaNewsCom/Dani Agus)[/caption]

Begitu sampai di balaidesa, kedua calon kades langsung menggunakan hak pilihnya. Setelah itu, keduanya duduk di kursi pelaminan yang sudah disediakan panitia.

Warga yang sudah menggunakan hak pilihnya langsung menyalami kedua calon kades, sebelum keluar dari TPS. Sebagian warga, ada yang meminta foto bareng dengan kedua ‘mempelai’.Ketua Panitia Pilkades Banjarejo Sujono menyatakan, pihaknya sengaja membuat konsep dengan suasana pernikahan. Alasannya, pada hari ini Desa Wisata Banjarejo sedang punya gawe besar, yakni menggelar pesta demokrasi untuk memilik kepala desa.“Kebetulan calonnya hanya dua orang dan mereka ini adalah pasangan suami istri. Untuk mendukung Banjarejo nduwe gawe maka semua ornamen kita sesuaikan dengan suasana pernikahan,” katanya.Sementara itu, Plt Kabag Pemerintahan Desa Daru Wisakti menyatakan, dalam pelaksanaan Pilkades serentak kali ini, memang terdapat beberapa calon yang ternyata adalah pasangan suami istri. Hal itu memang diperbolehkan sesuai dengan aturan yang ditetapkan.Menurutnya, sesuai dengan Perda yang mengatur tentang Kepala Desa sudah ditentukan minimal calon ada dua orang dan maksimalnya lima orang. Dengan demikian, dalam Pilkades ini tidak ada calon tunggal atau musuh kotak kosong.“Tidak masalah bagi suami istri yang maju jadi peserta Pilkades. Dengan catatan, keduanya memenuhi persyaratan yang ditentukan,” katanya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler