Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Saat ini, memang masih terdapat jembatan melintasi sungai selebar 14 meter. Namun, kondisi jembatan ini sudah tidak bisa berfungsi saat sungai penuh air karena posisinya rendah.

Ketika sungai penuh, jembatan yang dibangun sejak 30 tahun lalu itu tertutup air. Kondisi ini menyebabkan warga tidak bisa melintas sehingga aktivitas menjadi terganggu.

Setelah air sungai surut, warga juga masih belum bisa menyeberangi jembatan. Soalnya, banyak tumpukan sampah yang tertinggal di atas bersamaan dengan surutnya air.

“Kalau air sungai penuh, banyak warga tidak sekolah atau bekerja karena tidak bisa keluar dari kampung. Soalnya, jembatan itu jadi akses satu-satunya untuk keluar dusun,” kata Camat Karangrayung Hardimin, Senin (26/11/2018).

Ia menyatakan, dari kondisi yang ada, memang butuh pembangunan jembatan baru yang posisinya lebih tinggi dari tanggul sungai. Dengan demikian, saat sungai meluap, jembatan tidak akan terendam air dan masyarakat masih bisa melakukan aktivitas.“Kami sudah minta pihak desa agar mengalokasikan dana untuk pembangunan jembatan di sana. Namun, ini juga perlu dukungan dari pemerintah kabupaten karena butuh anggaran besar dan dana milik desa juga terbatas,” jelasnya.Sementara itu, Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto saat dimintai komentarnya menyatakan, pihaknya sudah mendapat informasi lewat media sosial, soal terputusnya akses jembatan di Desa Ketro saat sungai meluap tersebut. Agus mengaku sangat prihatin dengan kenyataan itu.“Informasi ini akan segera kita tindaklanjuti. Saya sudah minta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk mengecek ke lapangan. Kalau kondisinya sangat mendesak, maka pembangunan jembatan disana bisa kita priroritaskan,” katanya.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler