Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Saat penghujan, wilayah kita rawan bencana. Dari 19 kecamatan yang ada, sekitar 16 kecamatan rawan musibah banjir. Sedangna daerah rawan bencana longsor ada di 6 kecamatan,” kata Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih usai menggelar rapat koordinasi penanggulangan bencana bersama instansi terkait di ruang rapat Setda lantai I, Senin (26/11/2018).

Menurutnya, rawannya wilayah di 16 kecamatan terhadap bencana banjir disebabkan banyak hal. Antara lain, adanya kiriman air dari kawasan dua pegunungan yang mengapit wilayah Grobogan. Yakni, Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan.

Saat daerah pegunungan hujan deras maka volume air tidak bisa tertampung ke sungai dan meluap hingga kawasan dibawahnya. Selain areal pertanian, luapan air juga menggenangi perkampungan.

Wilayah yang rawan banjir kebanyakan berada di sekitar aliran sungai besar yang berhulu di kawasan hutan. Bencana banjir bisa bedampak pada sekitar 30.588 KK.

Selain banjir, ada juga potensi terhadap terjadinya bencana longsor di desa yang berada di kawasan Pegunungan Kendeng Utara. Antara lain, Desa Katekan dan Tegalsumur di Kecamatan Brati. Kemudian, Desa Sumberjatipohon dan Lebengjumuk di Kecamatan Grobogan, Desa Dokoro (Wirosari).Kemudian, di kawasan Pegunungan Kendeng Selatan ada tiga desa yang rawan longsor. Yakni, Desa Nampu, Kecamatan Karangrayung, Desa Kapung (Tanggungharjo), dan Desa Deras (Kedungjati).Endang menambahkan, saat ini pihaknya mulai menyiapkan posko siaga dan menyebarkan nomor petugas. Upaya monitoring kondisi lapangan juga terus dilakukan setiap saat. Harapannya, jika terjadi bencana bisa meminimalisir korban, baik jiwa maupun harta benda.“Datangnya bencana alam ini tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Untuk itu, sikap waspada selalu kita lakukan agar bisa mempercepat upaya penanganan. Tidak lupa, koordinasi dengan instansi terkait lainnya juga rutin diperlukan,” katanya.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler