Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


”Alhamdulillah, pembangunan Pusat Kuliner Purwodadi ini akhirnya selesai dan hari ini sudah ditempati para PKL. Semoga omzet para PKL makin meningkat setelah pindah kesini,” kata Sri Sumarni, saat peresmian.

Menurut Sri, salah satu target dalam masa kepemimpinannya adalah merubah wajah kota Purwodadi agar lebih cantik lagi melalui Gerakan Cantik Kotaku, Bersih Lingkunganku. Untuk mempercantik ibukota Kabupaten Grobogan itu akan dilakukan dengan merevitalisasi trotoar dan saluran drainase, penataan kawasan publik seperti alun-alun dan bundaran simpanglima.

Upaya mempercantik kawasan kota juga akan dikerjakan dengan membangun taman baru, penataan tempat untuk PKL dan sarana publik lainnya.

”Kota Purwodadi harus jadi lebih cantik seperti saya. Setelah itu, penataan akan berlanjut ke ibukota kecamatan,” katanya sambil tertawa.

[caption id="attachment_152854" align="alignnone" width="715"] Pusat Kuliner Purwodadi menjadi salah satu tempat wisata di Purwodadi, Kamis (29/11/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)[/caption]

Pada saat peresmian, sudah banyak PKL yang mulai berjualan. Sri Sumarni dan para pejabat sempat berkeliling meninjau kios para PKL.
Sejumlah pedagang mengaku senang karena mendapatkan tempat berjualan baru. Dengan adanya tempat baru, mereka tidak perlu repot lagi bongkar pasang tenda ketika berjualan, seperti saat berada di trotoar jalan.Kepala Disperindag Grobogan Karsono mengatakan, Pusat Kuliner Purwodadi tersebut dibangun untuk merelokasi sebagian PKL yang sebelumnya berjualan di tiga titik utama kawasan kota. Yakni, di jalan R Suprapto, Bundaran Simpang Lima, dan jalan dr Soetomo.Menurut Karsono, dalam Pusat Kuliner Purwodadi, pedagang sudah mendapatkan fasilitas air dan listrik. Hanya untuk biaya pemakaiannya, masing-masing pedagang sendiri yang menanggungnya. Di samping itu, pihaknya juga merencanakan kegiatan-kegiatan yang bisa menambah daya tarik masyarakat.Dari pendataan, ada 270 PKL yang berjualan di tiga titik utama kawasan kota tersebut. Sebanyak 200 pedagang yang tidak mendapatkan tempat di Pusat Kuliner Purwodadi, rencananya akan ditempatkan di Taman Hijau Kota Purwodadi yang saat ini lokasinya sedang dipersiapkan.“Pada tiga titik utama kawasan kota iu merupakan zona merah bagi PKL. Selama ini kami masih memberikan toleransi lantaran pemerintah belum menyediakan tempat untuk relokasi. Nantinya, ketika semua sudah siap, pedagang yang membandel akan kami tindak,” katanya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler