Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Camat Grobogan Nur Nawanta menyatakan, empat rumah warga yang roboh atau hanyut beserta isinya terdapat di Desa Lebak. Masing-masing, milik Sumi (57), dan Zaenuri (40) yang tinggal di Dusun Klampok. Dua rumah lainnya, milik Ngarsi (63), dan Sugiyanto (58) di Dusun Lebak.

“Total kerugian untuk rumah hanyut ini mencapai Rp 300 jutaan. Data terakhir, empat rumah yang hanyut dan semuanya ada di Desa Lebak,” katanya.

Selain itu, ada sembilan rumah warga di Desa Lebak yang mengalami kerusakan berat karena kondisinya hampir roboh. Kemudian, ada 879 rumah di Desa Lebak yang terendam air cukup lama,” jelasnya.

Selain itu, banjir juga merendam 2.853 rumah warga Desa Putatsari yang tersebar di delapan dusun. Selanjutnya, di Desa Tanggungharjo ada 595 rumah di tiga dusun yang terendam.

Dampak banjir bandang juga menyebabkan 1.327 rumah dan 153 hektar sawah di Desa Teguhan terendam. Kemudian, di Desa Ngabenrejo ada sawah tergenang seluas 95 hektar, dan 160 rumah yang dilaporkan kemasukan air. Terakhir, ada 122 rumah di Kelurahan Grobogan yang juga terkena dampak banjir bandang.“Jadi, totalnya ada 5.824 rumah yang terendam air. Kemudian, 4 rumah hanyut dan 9 rumah rusak berat. Untuk sawah terendam totalnya 248 hektar yang baru beberapa hari ditanami padi. Kondisi ini sudah kita laporkan dan kami berharap, segera ada penanganan pada korban bencana,” jelasnya.Sementara itu, pihak BPBD Grobogan, sejak pagi tadi sudah mulai menyalurkan bantuan logistik pada korban bencana. Bantuan yang diberikan antara lain berupa beras, gula, teh, dan mi instan.“Bantuan mulai kita kirimkan pagi tadi. Semoga bisa membantu korban bencana banjir bandang,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Grobogan Budi Prihantoro.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler