Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Kondisi ini harus disikapi dengan serius. Soalnya, waktu yang tersisa hanya berkisar satu bulan saja. Lakukan akselerasi agar realisasi fisik ini bisa sesuai target,” tegas Sumarsono saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Pembangunan (Rakor POP) triwulan IV 2018, di gedung Riptaloka setda Grobogan, Senin (10/12/2018).

Besarnya anggaran dalam APBD 2018 untuk proyek fisik nilainya berkisar Rp 1,1 triliun. Dana sebesar ini, digunakan untuk membiayai 513 program dan 2.183 kegiatan yang tersebar di 49 OPD.

Ia meminta kepada semua kepala OPD agar segera melaksanakan program yang sudah direncanakan sehingga serapan anggaran bisa sesuai target. Kemudian, semua kendala yang menjadi penyebab lambatnya penyerapan anggaran agar selalu diidentifikasi dan dicarikan solusinya.

“Program kerja yang sudah direncanakan agar segera dilaksanakan tepat waktu. Jangan sampai ada yang tidak selesai. Kebiasaan menunda pekerjaan hingga menumpuk pada akhir tahun jangan sampai terjadi lagi,” cetusnya.

Menurut Sumarsono, semua pekerjaan yang bersentuhan dengan masyarakat luas harus mendapat prioritas. Misalnya, sarana jalan dan jembatan karena hasilnya sudah sangat dinantikan masyarakat luas.
“Sebelum akhir tahun, semua proyek harus sudah rampung. Kalau ada rekanan yang bandel jangan ragu untuk mengingatkan atau mengambil tindakan sesuai ketentuan,” tegasnya.Untuk memantau pelaksanaan pembangunan dan penyerapan anggaran, Pemkab Grobogan saat ini sudah menggunakan sebuah aplikasi online berlabel Sistem Monitoring dan Evaluasi Pembangunan (Sismontep). Melalui aplikasi Sismontep ini akan memudahkan dalam memonitor realisasi fisik, realisasi keuangan termasuk pelelangan proyek di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau SKPD.Meski demikian, operator Sismontep di tiap OPD belum memaksimalkan aplikasi tersebut. Indikasinya, dalam data terbaru belum mencerminkan kondisi riil kegiatan di OPD tersebut.“Laporan dalam Sismontep ini belum seluruhnya diupdate dengan baik. Saya minta, agar kepala OPD memerintahkan operator Sismontep untuk menginput realisasi pembangunan dan penyerapan anggaran secepatnya, sesuai dengan kondisi riil,” imbuhnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler