Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dindalduk KB Blora Winarno menyampaikan, hingga saat ini, sudah ada 136 desa di Kabupaten Blora yang sudah mencanangkan diri sebagai Kampung KB.

“Pencanangan kampung KB terbaru ada pada 12 desa di Kecamatan Todanan hari Kamis (27/12/2018). Pencangan kampung KB di 12 desa dilakukan sekaligus di Desa Bicak. Hari Senin lusa, rencana ada pencanangan kampung KB di salah satu desa di Kecamatan Jepon. Semoga desa lainnya cepat menyusul,” katanya, Sabtu (29/12/2018).

Dijelaskan, dengan adanya pencanangan itu maka warga di sebuah desa tersebut telah sadar akan pentingnya KB. Sejak mulai remaja sudah diikutkan dalam kegiatan Pusat Informasi Kesehatan Remaja (PIK-R) agar tidak menikah muda. Kemudian pelayanan KB dalam pengaturan jarak kelahiran anak hingga pasca melahirkan.

Sementara itu, Bupati Djoko Nugroho pun merasa senang dan bangga dengan sudah banyaknya pencanangan Kampung KB tersebut. Terutama, pencanangan kampung KBsecara serentak di Kecamatan Todanan.
“KB sangat penting untuk merencanakan kesejahteraan keluarga. Orang tua jangan bangga ketika anaknya ditembung lelaki jika usianya masih dini. Jika sudah menikah sesuai umur pun harus bisa merencanakan kelahiran anak dengan baik,” katanya.Menurut Djoko, mikah muda maka artinya rahim ibunya belum siap untuk dibuahi. Jika dipaksanakan maka anaknya nanti rawan stunting.“Stunting sangat bahaya karena selain bertubuh kerdil, perkembangan otaknya pun kerdil. Saya ingin lewat Kampung KB ini kasus stunting bisa ditekan,” tegas Bupati.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler