Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pembuatan tikar dimulai dengan menyambung beberapa sedotan sesuai ukuran panjang yang dikehendaki. Penyambutan dilakukan sederhana, yakni dengan memanaskan antar ujung sedotan dengan korek api.

Setelah itu, sedotan yang sudah tersambung panjang dianyam, layaknya membuat tikar dari bahan daun pandan. Untuk menganyam sedotan bekas jadi sebuah tikar ini butuh waktu beberapa hari. Tergantung dengan ukuran tikar yang dibuat.

“Untuk tikar besar, ukuran 3 x 1 meter butuh waktu pembuatan sekitar 1 minggu. Proses pembuatan tidak bisa cepat karena butuh kesabaran dan ketelitian,” katanya.

Sejauh ini, Sri tidak mengalami kendala untuk memasarkan tikar buatannya. Kebanyakan, tikar itu laku terjual dengan memanfaatkan grup jual beli yang ada di media sosial. Untuk satu tikar berukuran besar, Sri memasang harga Rp 300 ribu.
Sebelum membuat tikar, Sri sudah tiga tahun bergelut dengan usaha pembuatan kerajinan dari bungkus kopi sachet. Barang bekas ini dibuat jadi tas, tempat tisu, tempat sampah dan taplak meja.Pemanfaatan sedotan bekas jadi tikar baru dilakukan Sri sekitar lima bulan lalu. Ide itu muncul saat Sri melihat banyak sedotan bekas di sebuah tempat pemancingan dekat rumahnya. Sedotan bekas itu kemudian dipunguti dan dibawa pulang ke rumah.“Setelah dibersihkan, saya kemudian dapat ide untuk memanfaatkan sedotan bekas jadi sebuah tikar. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya tikarnya bisa jadi. Selain tikar, sedotan bekas juga saya bikin kerajinan tangan lainnya,” imbuhnya.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler