Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Sore tadi, jalan diatas jembatan yang posisinya agak rendah tergenang air. Arus lalu lintas sempat tersendat dari kedua arah. Kondisi seperti ini sudah berlangsung cukup lama. Salah satu solusinya adalah menormalisasi sungai Mliwang dan meninggikan jembatan. Sebab, posisi jembatan yang rendah menyebabkan aliran air tertahan dan meluap ke jalan raya dan perkampungan,” kata Imam Sutanto (45), warga setempat.

Genangan air yang menutup jalan memang tidak berlangsung lama. Biasanya, berkisar 1-3 jam tergantung kondisi curah hujan. Jika hujan sudah berhenti, maka tidak lama kemudian, genangan air akan hilang dengan sendirinya. Saat air surut, tumpukan sampah biasanya banyak tertinggal diatas jembatan dan butuh waktu sejenak untuk membersihkan.

Kaposek Kedungjati AKP Sapto saat dikonfirmasi membenarkan jika sore tadi genangan air sempat menutup jalan raya yang menghubungkan wilayah Kabupaten Semarang dan Salatiga tersebut. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat karena kendaraan harus berjalan pelan saat melintasi genangan air.

“Banjir dilokasi ini sudah langganan tiap hujan deras. Saat jalanan tergenang kami tempatkan petugas untuk membantu kelancaran arus lalu lintas. Menjelang magrib tadi, air sudah hilang dari jalan,” jelasnya.Selain jalan raya, luapan air sungai yang berhulu di kawasan hutan itu juga sempat menggenangi puluhan rumah warga Dusun Dawung dan Dusun Karangrandu, Desa Jumo. Kemudian, banyak pula areal sawah tergenang air akibat banjir dadakan yang biasa terjadi saat hujan deras mengguyur.“Tadi memang sempat ada banyak rumah yang kemasukan air. Tapi, kejadian ini hanya berlangsung sebentar. Setelah hujan reda, air langsung surut,” kata Kades Jumo Harnomo.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler