Diduga Keracunan Makan Hajatan, Belasan Warga Mayahan Grobogan Dirawat di Rumah Sakit
Dani Agus
Jumat, 15 Februari 2019 20:28:48
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Camat Tawangharjo Mundakar menyatakan, warga yang menggelar hajatan memasak sayur becek dengan bahan daging sapi. Saat itu, sebagian besar tamu mendapat suguhan menu sayur becek yang merupakan salah satu menu kuliner khas Grobogan tersebut.
Gejala keracunan mulai muncul keesokan harinya, Kamis (14/2/2019). Yakni, adanya sejumlah warga yang mengalami diare, muntah dan lemas seperti orang keracunan. Jumlah warga yang mengalami gejala tersebut makin bertambah hingga hari ini.
“Totalnya, ada sekitar 31 warga yang mengalami gejala keracunan. Dari jumlah ini, hingga siang tadi masih ada 11 orang yang dirawat di rumah sakit. Sedangkan yang lainnya hanya menjalani rawat jalan. Kejadian ini, sudah kita laporkan pada dinas kesehatan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung menerjunkan tim untuk mengambil sampel makanan yang disajikan pada para tamu tersebut. Sampel tersebut akan diuji lewat laboratorium untuk mengetahui kandungan bahan-bahan yang ada di dalamnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



