Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Akibat kejadian tersebut, akses transportasi warga di kedua desa tersebut terganggu. Sebab, keberadaan jembatan itu memiliki fungsi vital terlebih bagi pada petani.

Dari keterangan warga, jembatan tersebut diketahui ambrol pada Kamis (14/2/2019), sekitar pukul 16.00 WIB. Ambrolnya jembatan disebabkan tergerusnya pondasi saat air sungai di bawahnya meluap.

[caption id="attachment_157710" align="alignnone" width="665"] Sebuah jembatan yang menghubungkan Desa Kemadohbatur dan Desa Godan di Kecamatan Tawangharjo ambrol sehingga akses warga kedua desa terputus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)[/caption]

”Hari Kamis kemarin memang turun hujan sangat deras dan lama sekali baru reda. Saat itu arus air sangat deras dan menggerus talud penahan pondasi jembatan. Jembatan berukuran sekitar 4x7 meter itu dibangun pada tahun 1982,” kata Sunarko, warga Desa Kemadohbatur.
Akibat ambrolnya jembatan, warga kedua desa terpaksa menempuh jarak lebih jauh karena harus memutar sejauh 4 kilometer. Terkait kondisi itu, berharap jembatan tersebut segera diperbaiki.Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Grobogan Masrichan mengatakan, saat ini pihaknya sudah meninjau lokasi ambrolnya jembatan di Desa Kemadohbatur tersebut. Menurut Masrichan, putusnya jembatan tersebut akibat kurangnya perhatian masyarakat pada kondisi aliran sungai.“Kami merencanakan pembuatan jembatan darurat dulu. Diduga, penyebab ambrolnya jembatan itu lantaran adanya rumpun bambu yang menjorok ke tengah sungai, sehingga membuat aliran air menabrak tebing sungai dan tiang jembatan,” katanya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler