Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Untuk mendukung program itu, lokasi yang digunakan untuk menyimpan replika gajah purba akan dibuka setiap hari. Termasuk pada hari Sabtu dan Minggu.

“Setiap hari akan dibuka, termasuk Sabtu dan Minggu. Kami persilahkan kepada warga masyarakat, pelajar dan mahasiswa untuk mengunjungi dan melihat dari dekat replika fosil gajah purba tersebut,” kata Slamet.

Menurutnya, sejumlah petugas akah stand by untuk membantu memberi penjelasan terkait temuan fosil gajah dan sejarah kepurbakalaan di Kabupaten Blora. Dengan demikian, para pengunjung akan memiliki tambahan ilmu pengetahuan tentang sejarah kepurbakalaan di Blora.

“Para pengunjung boleh membuat dokumentasi atau swa foto. Bagi anak-anak TK/SD, ini akan menjadi pengalaman yang baik dan tidak bisa dilupakan,” katanya.

Sekadar diketahui, fosil gajah purba itu ditemukan di Dusun Sunggun, Desa Mendalem, Kecamatan Kradenan, pada bulan Maret tahun 2009 silam. Sejak adanya penemuan itu, daerah Blora kini menjadi salah satu tujuan obyek riset para arkeolog, peneliti purbakala dari berbagai universitas dalam maupun luar negeri.
Hasil ekskavasi (penggalian) pada tahun 2009 tersebut merupakan salah satu penemuan yang cukup spektakuler. Sebab, fosil gajah purba Elephas Hysudrindicus yang diperkirakan hidup sekitar 800 ribu sampai 200 ribu tahun yang lalu itu ditemukan dalam kondisi hampir mencapai 90 persen atau nyaris utuh. Gajah ini semasa hidupnya diperkirakan setinggi 5 meter dan berbobot sekitar 8 ton.Saat ini, fosil gajah purba yang asli disimpan di Museum Geologi Bandung. Sedangkan replikanya dipajang di dalam gedung di kawasan Alun-alun Blora. Meskipun hanya berupa replika, namun mampu menjadi magnet bagi wisatawan dan warga untuk menyaksikan langsung sisa jaman pra sejarah.Selain wisata edukasi replika fosil gajah purba, di kawasan Alun-alun Blora juga ada wisata religi makam Sunan Pojok. Termasuk keberadaan masjid agung Baitunnur.“Kami imbau, khususnya generasi mellinial untuk lebih mengenal sejarah dan budaya Blora. Silahkan di eksplore yang baik melalui sosial media,” imbuh Slamet.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler