Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Blora Tuti Sri Ely Riyanto menyampaikan, sosialisasi dan penyuluhan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Kartini ke-140 tahun 2019. Menurutnya, kondisi pergaulan remaja saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, sehingga perlu untuk memberikan sosialisasi, dan penyuluhan agar kualitas generasi muda tidak rusak akibat pengaruh narkoba dan seks bebas.

Tuti kemudian menyampaikan data yang diperoleh dalam rakor Tim Penggerak PKK di tingkat Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Dimana, pergaulan pelajar di Jawa Tengah sudah masuk kategori memprihatinkan.

“Tujuh puluh persen pelajar di Jawa Tengah sudah berpacaran dan sebagian besar mereka berani berpegangan tangan hingga berciuman. Parahnya, tiga persen melakukan hubungan seks sebelum menikah. Inilah yang mengundang keprihatinan kita bersama. Jangan sampai pelajar Kabupaten Blora seperti itu,” cetusnya.

Tuti meminta kepada seluruh pelajar yang hadir untuk menghindari pergaulan seperti itu. Caranya adalah dengan mempertebal keimanan dan ketaqwaan sesuai ajaran agama masing-masing.

“Adik-adik harus pintar memilih teman, selain itu rajinlah beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing agar tidak mudah digoda pergaulan yang negatif,” ungkapnya.
Masih tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Blora juga menjadi bahasan dalam penyuluhan ini. Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora mengajak seluruh pelajar untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.“Jika terpaksa tidak bisa kuliah, jangan langsung menikah muda. Perempuan idealnya menikah setelah berumur 20 tahun. Setelah lulus SMA jika tidak kuliah, kami minta mengisi waktu dengan mengikuti beragam kursus keahlian sebagai bekal berwirausaha. BLK Blora siap memberikan pelatihan ketrampilan untuk adik-adik,” pungkasnya.Sementara itu, Sekretaris Dindalduk KB Blora Heru Eko Wiyono meminta agar para pelajar ikut aktif dalam organisasi. Baik organisasi di sekolah maupun masyarakat.“Anak yang terkena narkoba biasanya diawali dengan salah pergaulan, akibat kurangnya aktifitas yang positif. Jangan sampai kalian semua mencoba coba narkoba, karena sangat merugikan baik dari segi kesehatan maupun pergaulan sosial,” tandasnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler