Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Informasi adanya bahu jalan milik provinsi yang letaknya pada posisi tikungan itu terjadi sejak Januari lalu. Awalnya, longsoran itu masih agak jauh dari jalan raya karena hanya menimpa bahu jaln. Namun, akibat guyuran hujan deras, longsoran makin melebar hingga memakan hampir separuh jalan yang masih berlapis aspal tersebut.

Sejumlah warga sempat mengunggah kondisi bahu jalan yang longsor melalui media sosial agar menjadi perhatian para pengguna jalan. Meski sudah ada tanda peringatan, namun warga berharap agar longsornya bahu jalan segera ditangani instansi terkait karena kondisinya cukup membahayakan pengguna jalan raya. Terutama pada malam hari atau bagi pengendara yang tidak biasa lewat di ruas jalan tersebut.

Kepala BPT Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya Pemprov Jateng Wilayah Purwodadi Barkah Widiharsono membenarkan adanya titik longsor di ruas jalan menuju wilayah Sragen tersebut. Menurutnya, lokasi longsor ada di KM 104+300. Bahu jalan longsor sepanjang 20 meter dengan lebar 2 meter dan kedalaman sekitar 3 meter.

“Tahun lalu, di lokasi itu sudah sempat longsor dan sudah kita tangani. Saat ini, di titik itu kembali longsor,” katanya, Rabu (27/3/2019).Longsor di ruas jalan tersebut disebabkan adanya talud sungai yang terkikis air akibat tingginya curah hujan. Untuk penanganan longsor rencananya akan diuruk dengan material dan dipasang bronjong kawat penahan.“Kami sudah mengusulkan perbaikan pada titik longsor tersebut. Perkiraan April nanti baru bisa ditangani. Saat ini masih proses kontrak penyediaan bahan,” katanya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler