Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Benda yang ditemukan ini ukurannya tidak terlalu besar dan beratnya sekitar 8 gram. Panjang dan tingginya sekitar 2 centimeter.

Pada bagian atas berbentuk persegi empat dan di dalamnya ada pahatan kotak-kotak kecil berjumlah 16. Tepat ditengahnya terdapat satu kotak yang ukurannya agak besar.

Semula benda temuan ini dikira sebuah cincin karena ada lubang kecil seukuran pensil. Kemudian disamping lubang ini terdapat motif ukiran yang cukup indah.

“Sepintas benda ini memang mirip cincin seukuran anak kecil. Tetapi, benda itu diduga merupakan sebuah stempel kuno,” ungkap Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik, Jumat (5/4/2019).

[caption id="attachment_161411" align="alignnone" width="720"] Tim peneliti dari Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta sedang melakukan kajian terhadap penemuan stempel kuno berlapis emas di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. (MURIANEWS.com/Dani Agus)[/caption]

Menurut Taufik, dugaan benda tersebut merupakan stempel berdasarkan tim dari Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta yang sudah sejak dua pekan lalu melakukan penelitian di Banjarejo. Meski demikian, stempel itu diperkirakan bukan milik seorang raja, tetapi penguasa di level bawahnya.
Menurut Taufik, dugaan benda tersebut merupakan stempel berdasarkan tim dari Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta yang sudah sejak dua pekan lalu melakukan penelitian di Banjarejo. Meski demikian, stempel itu diperkirakan bukan milik seorang raja, tetapi penguasa di level bawahnya.“Kalau diibaratkan sekarang, itu mungkin stempel bupati, camat atau kepala desa. Diperkirakan stempel itu peninggalan abad 14-15. Tapi ini baru dugaan awal dan tim dari Balar masih melakukan kajian,” jelasnya.Taufik mengungkapkan, stempel itu ditemukan oleh Sutrisno (35), warga Dusun Medang di areal persawahan pada Rabu (3/4/2019). Pada saat itu, ia kebetulan sedang ke luar kota. Selanjutnya, benda temuan itu baru diserahkan Kamis sore, setelah ia kembali dari luar kota.“Lokasi penemuan stempel ini ada di dekat tempat ditemukannya fondasi batu bata kuno. Di daerah situ, sebelumnya sudah sering ditemukan barang-barang yang terbuat dari emas,” katanya. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler