Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dengan menggunakan alat seadanya, seperti tempayan, para petani mendulang tanah sawahnya untuk mencari emas. Kegiatan seperti ini seperti sudah jadi semacam tradisi menjelang musim tanam padi.

“Menjelang musim tanam padi memang banyak petani yang mencari emas di areal sawah. Kegiatan ini akan berakhir ketika benih padi sudah ditanam di areal sawah,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik.

Menurutnya, aktivitas tersebut masih terjaga karena selama ini memang sudah banyak warga yang menemukan emas. Sebagian besar yang ditemukan warga, wujudnya bukan butiran emas seperti di daerah tambang, tetapi sudah berupa perhiasan. Seperti kalung, cincin, anting-anting, gelang dan pernak-pernik emas lainnya.

“Kalau dipikir memang kelihatan aneh. Tetapi, kenyataannya memang itu betul terjadi dan bukti serta saksinya cukup banyak,” katanya.

Pada saat datang musim penghujan hingga menjelang masuknya masa tanam padi, tanah di areal sawah sudah empuk lantaran tergenang air. Kondisi ini memudahkan warga untuk mendulang tanah guna mencari perhiasan.

“Tanah sawah disini masih tadah hujan, belum kena jaringan irigasi. Jadi, kalau mau mencari perhiasan memang lebih mudah ketika musim hujan seperti ini. Kalau musim kemarau, tanahnya sangat kering dan keras sekali hingga tidak bisa ditanami,” ungkapnya.
“Tanah sawah disini masih tadah hujan, belum kena jaringan irigasi. Jadi, kalau mau mencari perhiasan memang lebih mudah ketika musim hujan seperti ini. Kalau musim kemarau, tanahnya sangat kering dan keras sekali hingga tidak bisa ditanami,” ungkapnya.Menurut Taufik, Tidak semua wilayah Desa Banjarejo terdapat harta karun perhiasan emas. Selama ini, perhiasan emas itu banyak ditemukan di areal sawah yang masuk wilayah Dusun Medang. Wilayah inilah yang diyakini warga sebagai tempat berdirinya Kerajaan Medang Kamulan.“Untuk benda peninggalan kerajaan, terutama perhiasan, hampir semuanya ditemukan di Dusun Medang. Diluar Dusun Medang, biasanya benda penemuannya berupa fosil binatang purba atau peralatan rumah tangga masa lalu,” jelas Taufik.Ia menambahkan, penemuan benda kuno berupa stempel berlapis emas juga terdapat areal sawah di Dusun Medang. Lokasi penemuannya berdekatan dengan tempat ditemukannya fondasi batu bata kuno beberapa tahun lalu. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler