Ketua KPU Grobogan Agung Sutopo saat dimintai komentarnya membenarkan adanya anggotanya yang dilaporkan sakit dan sempat menjalani perawatan di puskesmas hingga di rumah sakit. Menurutnya, jumlah petugas yang sakit keseluruhan ada 11 orang.
Dijelaskan, dari PPK Karangrayung dilaporkan ada 5 petugas yang sakit dan sempat menjalani perawatan di puskesmas Karangrayung, balai pengobatan, RSU Purwodadi, dan RS Boyolali. Yakni, Martonah (Desa Cekel), Siswanto dan Muh Isnaini (Desa Ketro), Budi Santoso (Desa Nampu), dan Dwi Yuswati (Desa Karangsono).
Selanjutnya, dari wilayah KKP Kedungjati dilaporkan ada empat petugas yang sakit. Yakni, Masluri, Sugito, Nizamiyah (Desa Wates), dan Supriyanto (Desa Kedungjati). Keempatnya sempat dirawat di Puskesmas dan PKU Muhammadiyah Gubug.
Kemudian, Margiono selaku Ketua KPPS 15 Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus juga dilaporkan sakit dan masih dirawat di RS Yakkum Purwodadi. Satu lagi adalah Supardi, petugas dari Desa Kropak, Kecamatan Wirosari juga masih sakit tetapi dirawat di rumahnya.
“Ini adalah data sementara petugas kita yang sakit. Data ini sudah kita laporkan ke KPU Provinsi. Rencananya, petugas yang sakit juga akan terima santunan,” katanya.
Pihaknya sudah menginformasikan pada PPK agar segera melaporkan jika masih ada petugas yang sakit dan sempat menjalani perawatan medis. Dengan demikian, laporan itu akan segera ditindaklanjuti untuk dikirimkan ke KPU Provinsi.
Agung menyatakan, untuk petugas penyelenggaran yang meninggal menerima santunan dari Pemprov Jateng, Jumat (26/4/2019) kemarin. Santunan diberikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada acara peringatan Isro’ Mi’roj di Gedung Gradhika Bhakti Praja. Jumlah santunan yang diberikan pada ahli warisnya masing-masing senilai Rp 10 juta.
Agung menyatakan, untuk petugas penyelenggaran yang meninggal menerima santunan dari Pemprov Jateng, Jumat (26/4/2019) kemarin. Santunan diberikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada acara peringatan Isro’ Mi’roj di Gedung Gradhika Bhakti Praja. Jumlah santunan yang diberikan pada ahli warisnya masing-masing senilai Rp 10 juta.Untuk petugas penyelenggara Pemilu di Grobogan yang dapat santunan ada tiga orang. ketiga petugas yang dapat santunan adalah Suparlan, warga Dusun Ngancar, Desa Kenteng, Kecamatan Toroh. Anggota Linmas yang bertugas di TPS 05 ini meninggal pada Selasa (23/4/2019).Kedua, seorang Linmas di TPS 09 Desa Sendangharjo, Kecamatan Karangrayung bernama Munawar yang meninggal sehari pasca coblosan. Satu lagi adalah Djoko Siswoto, anggota KPPS di TPS 10 Desa Nglinduk, Kecamatan Gabus yang meninggal hari Sabtu (19/4/2019).Selain tiga orang itu, masih ada satu petugasnya yang meninggal dunia pada Kamis (25/4/2019) dinihari. Yakni, Sri Sudartati (58), anggota KPPS di TPS 15 Kelurahan Grobogan.“Untuk penyerahan santunan petugas ini kemungkinan dilakukan pada tahap berikutnya karena baru dilaporkan Kamis kemarin. Sejauh ini, jumlah petugas penyelenggara Pemilu di Grobogan yang meninggal ada empat orang,” imbuhnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Supriyadi
MURIANEWS.com, Grobogan - Selain meninggal dunia, cukup banyak pula petugas penyelenggara Pemilu di Grobogan yang sakit pascabertugas. Sejauh ini, sudah ada 11 petugas penyelenggara Pemilu yang sakit.
Ketua KPU Grobogan Agung Sutopo saat dimintai komentarnya membenarkan adanya anggotanya yang dilaporkan sakit dan sempat menjalani perawatan di puskesmas hingga di rumah sakit. Menurutnya, jumlah petugas yang sakit keseluruhan ada 11 orang.
Dijelaskan, dari PPK Karangrayung dilaporkan ada 5 petugas yang sakit dan sempat menjalani perawatan di puskesmas Karangrayung, balai pengobatan, RSU Purwodadi, dan RS Boyolali. Yakni, Martonah (Desa Cekel), Siswanto dan Muh Isnaini (Desa Ketro), Budi Santoso (Desa Nampu), dan Dwi Yuswati (Desa Karangsono).
Selanjutnya, dari wilayah KKP Kedungjati dilaporkan ada empat petugas yang sakit. Yakni, Masluri, Sugito, Nizamiyah (Desa Wates), dan Supriyanto (Desa Kedungjati). Keempatnya sempat dirawat di Puskesmas dan PKU Muhammadiyah Gubug.
Kemudian, Margiono selaku Ketua KPPS 15 Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus juga dilaporkan sakit dan masih dirawat di RS Yakkum Purwodadi. Satu lagi adalah Supardi, petugas dari Desa Kropak, Kecamatan Wirosari juga masih sakit tetapi dirawat di rumahnya.
“Ini adalah data sementara petugas kita yang sakit. Data ini sudah kita laporkan ke KPU Provinsi. Rencananya, petugas yang sakit juga akan terima santunan,” katanya.
Pihaknya sudah menginformasikan pada PPK agar segera melaporkan jika masih ada petugas yang sakit dan sempat menjalani perawatan medis. Dengan demikian, laporan itu akan segera ditindaklanjuti untuk dikirimkan ke KPU Provinsi.
Agung menyatakan, untuk petugas penyelenggaran yang meninggal menerima santunan dari Pemprov Jateng, Jumat (26/4/2019) kemarin. Santunan diberikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada acara peringatan Isro’ Mi’roj di Gedung Gradhika Bhakti Praja. Jumlah santunan yang diberikan pada ahli warisnya masing-masing senilai Rp 10 juta.
Untuk petugas penyelenggara Pemilu di Grobogan yang dapat santunan ada tiga orang. ketiga petugas yang dapat santunan adalah Suparlan, warga Dusun Ngancar, Desa Kenteng, Kecamatan Toroh. Anggota Linmas yang bertugas di TPS 05 ini meninggal pada Selasa (23/4/2019).
Kedua, seorang Linmas di TPS 09 Desa Sendangharjo, Kecamatan Karangrayung bernama Munawar yang meninggal sehari pasca coblosan. Satu lagi adalah Djoko Siswoto, anggota KPPS di TPS 10 Desa Nglinduk, Kecamatan Gabus yang meninggal hari Sabtu (19/4/2019).
Selain tiga orang itu, masih ada satu petugasnya yang meninggal dunia pada Kamis (25/4/2019) dinihari. Yakni, Sri Sudartati (58), anggota KPPS di TPS 15 Kelurahan Grobogan.
“Untuk penyerahan santunan petugas ini kemungkinan dilakukan pada tahap berikutnya karena baru dilaporkan Kamis kemarin. Sejauh ini, jumlah petugas penyelenggara Pemilu di Grobogan yang meninggal ada empat orang,” imbuhnya.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi