Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Informasi yang didapat menyebutkan, kebakaran diketahui dari rumah bagian belakang milik Sutomo yang digunakan untuk kandang sapi. Meski kebakaran sempat diketahui warga, namun upaya memadamkan api tidak bisa dilakukan dengan mudah.

Banyaknya tumpukan jerami kering menjadikan kobaran api cepat membesar. Beruntung, saat kebakaran melanda, beberapa ekor sapi yang ada di dalam kandang bisa terlepas dan lari keluar rumah. Usai melalap rumah Sutomo, kobaran api menjalar ke rumah Budi Jatmiko.

[caption id="attachment_164784" align="aligncenter" width="1279"] Sejumlah mobil pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang melahap dua rumah warga Dusun Warukidul, Desa Warukaranganyar, Kecamatan Purwodadi, Kamis (15/5/2019) malam. (MURIANEWS.com/Dani Agus)[/caption]

Upaya pemadaman akhirnya bisa dilakukan setelah puluhan warga setempat dibantu armada damkar dari Gubug dan Purwodadi berupaya keras menjinakkan api. Meski demikian, pemadaman api butuh waktu hampir dua jam lamanya.

Kapolsek Purwodadi AKP Sudarwati mengungkapkan, dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Untuk tafsir kerugian material diperkirakan sekitar Rp 100 juta.
Kapolsek Purwodadi AKP Sudarwati mengungkapkan, dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Untuk tafsir kerugian material diperkirakan sekitar Rp 100 juta.Mengenai penyebab kebakaran, diperkirakan dari api bediang yang menjalar dinding kayu. Menurutnya, sebelum buka puasa, Sutomo sempat menyalakan bediang di kandang sapi. Setelah berbuka, ia kemudian berangkat ke masjid.“Penyebab kebakaran, diperkirakan dari api bediang. Kami minta pada masyarakat agar hati-hati saat menyalakan bediang. Soalnya, saat ini rawan bencana kebakaran,” katanya. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler