Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berdasarkan keterangan sejumlah awak bus, kondisi terminal mulai ramai sejak Jumat (7/5/2019). Namun, sebagian orang yang datang kebanyakan masih bertujuan untuk membeli tiket.

Suasana arus balik mulai ramai dan mencapai puncaknya pada Sabtu dan Minggu kemarin. Kebanyakan mereka yang balik ini adalah para pegawai atau karyawan swasta.

“Hari ini memang masih ramai. Tapi lebih ramai saat akhir pekan kemarin,” kata Sutikno.

Menurutnya, saat mudik lalu banyak orang yang pulang dengan berbagai fasilitas mudik gratis. Baik yang dilakukan instansi pemerintahan maupun swasta. Selain itu banyak pula yang mudik dalam rombongan.

Ketika pulang ke Jakarta, mereka ini biasanya memilih naik bus. Hal inilah yang menyebabkan angka arus balik jauh lebih besar dibandingkan saat mudik. Terlebih dalam arus balik selama ini, tidak ada layanan gratis seperti ketika mudik.

Masih banyaknya orang yang balik juga menjadikan harga tiket bus masih cukup tinggi dibandingkan hari biasa. Pada hari biasa harga tiket bus jurusan Jakarta untuk kelas AC berkisar Rp 150 ribu dan kelas biasa Rp 120 ribu. Saat ini harga tiketnya naik sekitar Rp 50 ribu.Kepala Terminal Induk Purwodadi Bambang Ambar Widodo menyatakan,meski suasana arus balik masih cukup ramai, namun sejauh ini semua penumpang bisa terangkut seluruhnya. Hanya saja, keberangakatan beberapa bus yang mengangkut penumpang menuju Jakarta sempat mundur dari jadwal.“Hal ini terjadi karena armadanya masih terjebak macet menuju Purwodadi sehingga jadwalnya mundur. Tapi, kasus armada yang jadwalnya mundur ini tidak banyak, hanya beberapa saja,” jelasnya. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler