Pindah Lokasi, Pentas Wayang Kulit Jumat Kliwon di Grobogan Sepi Penonton
Dani Agus
Jumat, 14 Juni 2019 10:40:47
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Malam itu, pentas wayang kulit menghadirkan dalang lokal Ki Joko Umbaran. Adapun lakon yang dibawakan adalah Anoman Timbang.
Sepinya penonton ini, salah satunya disebabkan pindahnya lokasi pentas wayang kulit yang dilangsungkan di gedung Wisuda Budaya Purwodadi. Biasanya, pentas wayang kulit malam Jumat Kliwon selalu dilangsungkan di pendapa kabupaten dan penontonnya selalu ramai. Lokasi pentas wayang kulit sengaja dipindah karena pendapa kabupaten pada saat bersamaan juga digunakan untuk kegiatan.
Terkait pindahnya lokasi pentas dari pendapa ke gedung wisuda budaya tersebut sebenarnya sudah sempat diumumkan pihak panitia. Baik melalui spanduk di kawasan kota, radio dan media sosial. Meski demikian, masih banyak penggemar wayang yang belum tahu.
Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto menyatakan, untuk tahun 2019 direncanakan ada sekitar 10 kali pentas wayang Jumat Kliwon. Adapun tempat pentasnya memang jadwalnya dilakukan di pendapa kabupaten.
“Khusus malam Jumat Kliwon kali ini lokasi pentas kita pindah karena pendapa dipakai acara. Pindahnya lokasi pentas malam ini tadi, sudah kita sampaikan pada masyarakat,” katanya di lokasi pentas wayang kulit.
Menurutnya, pagelaran wayang kulit setiap malam Jumat Kliwon itu sudah menjadi agenda rutin selama beberapa tahun terakhir. Sejauh ini, animo warga untuk menyaksikan pagelaran kesenian tradisional itu masih cukup tinggi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



