Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Informasi yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya ada empat kecamatan yang sebagian wilayahnya sudah dilanda kekeringan. Yakni, Kecamatan Toroh, Kradenan, Pulokulon, dan Geyer.

Salah satu wilayah yang kondisinya mulai dilanda kekeringan ada di Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh. Hanya saja, tingkat kekeringan ini belum begitu parah dan pihak desa belum mengajukan bantuan droping air.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, warga masih bisa mengambil dari beberapa sumur yang masih ada airnya. Sebagian warga lainnya, ada yang membeli dari penjual air kelilingan.

“Saat ini sumber air mulai berkurang karena dilanda kekeringan. Disini, sudah hampir dua bulan tidak turun hujan,” kata Sutejo, warga Ngrandah.

Sementara itu, Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih menyatakan, bencana kekeringan hampir tiap tahun selalu terjadi di wilayahnya. Pada tahun 2018 lalu, bencana kekeringan menjangkau 90 desa yang tersebar di 15 kecamatan.

“Untuk tahun ini memang sudah ada informasi sejumlah desa yang mulai kekeringan. Terutama di wilayah Grobogan bagian timur,” katanya.Menurutnya, untuk penanganan bencana kekeringan tahun ini, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran buat droping air bersih pada masyarakat. Untuk pelaksanaan droping nanti pihaknya juga mengharapkan kerjasama dan dukungan dari berbagai organisasi sosial, pengusaha, komunitas, dan instansi-instansi non pemerintahan.“Untuk pelaksanaan droping air kita menunggu adanya permintaan dari pihak desa. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat sudah turun hujan sehingga dampak kekeringan ini bisa berkurang,” cetusnya. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler