Lama Tak Turun Hujan, Sebagian Wilayah Grobogan Mulai Dilanda Kekeringan
Dani Agus
Senin, 17 Juni 2019 20:00:01
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya ada empat kecamatan yang sebagian wilayahnya sudah dilanda kekeringan. Yakni, Kecamatan Toroh, Kradenan, Pulokulon, dan Geyer.
Salah satu wilayah yang kondisinya mulai dilanda kekeringan ada di Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh. Hanya saja, tingkat kekeringan ini belum begitu parah dan pihak desa belum mengajukan bantuan droping air.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, warga masih bisa mengambil dari beberapa sumur yang masih ada airnya. Sebagian warga lainnya, ada yang membeli dari penjual air kelilingan.
“Saat ini sumber air mulai berkurang karena dilanda kekeringan. Disini, sudah hampir dua bulan tidak turun hujan,” kata Sutejo, warga Ngrandah.
Sementara itu, Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih menyatakan, bencana kekeringan hampir tiap tahun selalu terjadi di wilayahnya. Pada tahun 2018 lalu, bencana kekeringan menjangkau 90 desa yang tersebar di 15 kecamatan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



