Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Beberapa orang tua juga terlihat cukup serius melihat jalannya festival. Sesekali, mereka tampak tertawa dan tersenyum sendiri saat melihat atraksi dari peserta festival.

“Sudah lama tidak pernah melihat permainan seperti ini. Melihat suasana seperti ini, saya jadi terkenang waktu kecil dulu. Saat masih anak-anak, saya juga biasa mainan kayak gini. Sekarang saya sudah usia 52 tahun,” kata Murtini, salah satu warga yang melihat festival tersebut.

[caption id="attachment_167160" align="aligncenter" width="720"] Siswa SD di Grobogan menikmati penampilan salah satu peserta festival permainan tradisional Jawa Tengah yang digelar di Alun-alun Purwodadi. (MURIANEWS.com/Dani Agus)[/caption]

Kabid Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Djoko Witjaksono menyatakan, festival tersebut digelar dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI tingkat Jateng yang dipusatkan di Grobogan. “Ada banyak rangkaian acara dalam memperingati HAN dan Harganas tingkat Jateng di Grobogan. Salah satunya adalah festival permainan tradisional ini,” kata Djoko di lokasi festival.

Menurutnya, peserta lomba berjumlah enam regu. Tiap regu merupakan perwakilan dari enam eks-Karesiden di Jateng. Masing-masing regu bebas membawakan permainan tradisional yang diinginkan dengan durasi waktu maksimal tampil selama 30 menit.“Penyelenggaraan festival ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan permainan tradisional. Melalui acara seperti ini, kita harapkan akan muncul ketertarikan masyarakat, khususnya anak-anak terhadap permainan tradisional yang kita miliki,” imbuhnya. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler