Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Tidak perlu panik. Kepanikan itu sempat muncul karena kurangnya sosialisasi,” katanya.

Oleh sebab itu, sesuai kewenangan di provinsi, PPDB online sudah disimulasikan dan diuji cobakan. “Kemarin saya sidak. Hasilnya, kita siap,” sambung Ganjar.

Saat ini, lanjut Ganjar, sudah masuk dalam era digital. Untuk itu, model PPDB menggunakan model online.

“Kalau online, gak usah ngantri, gitu lho. Jadi nggak usah panik. Kita kasih ruang bertanya untuk mendapatkan informasi dengan mudah, maka semua kesulitan bisa disampaikan,” katanya.

Dia menyadari jika PPDB secara online di Jateng kurang sosialisasi. Terkait kondisi ini, maka Pemprov Jateng sesuai kewenangannya melakukan bombardir sosialisasi melalui media sosial.
Dia menyadari jika PPDB secara online di Jateng kurang sosialisasi. Terkait kondisi ini, maka Pemprov Jateng sesuai kewenangannya melakukan bombardir sosialisasi melalui media sosial.“Kita bombardir sosialisasi lewat medsos. Sehingga anak yang setiap hari buka medsos bisa membaca dengan jelas,” tegas Ganjar.Ganjar mengaku bersyukur karena pemerintah bisa mengakomodir usulan dari Pemprov Jateng. Yakni, dengan adanya penambahan persentasi kuota untuk jalur prestasi. Reporter: Dani AgusEditor Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler