Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kasi Pelayanan PMI Grobogan Gesit Kristiyawan menyatakan, sejak dua hari ini, pihaknya mulai menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu warga terkena dampak kekeringan. Penyaluran bantuan perdana ditujukan ke Dusun Sungkruk, Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh pada Minggu (30/6/2019). Kemudian, bantuan air bersih dikirimkan ke Dusun Banyuurip, Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan, Senin (1/7/2019).

“Jadi, baru dua hari ini kami mulai menyalurkan bantuan air bersih ke desa kekeringan. Total bantuan air bersih yang sudah tersalurkan sebanyak tiga tangki,” katanya.

[caption id="attachment_167358" align="aligncenter" width="720"] Petugas dari PMI Grobogan sedang menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda bencana kekeringan. (MURIANEWS.com/Dani Agus)[/caption]

Menurut Gesit, penyaluran bantuan air bersih baru bisa dilakukan setelah pihaknya mendapat pinjaman mobil tangki dari PMI Pusat melalui PMI Jateng. Mobil tangki berkapasitas 6 ribu liter ini dipinjamkan untuk droping air bersih tahap I, selama satu bulan. Masa peminjaman mobil tangki ini dibatasi karena daerah lain juga membutuhkan armada tersebut.

“Kami belum punya mobil tangki sendiri. Armada yang kami pakai ini milik PMI pusat yang kami pinjam lewat PMI Jateng. Selama satu bulan nanti kami akan maksimalkan mobil tangki ini untuk meyalurkan bantuan air bersih ke desa kekeringan,” sambung Gesit.
“Kami belum punya mobil tangki sendiri. Armada yang kami pakai ini milik PMI pusat yang kami pinjam lewat PMI Jateng. Selama satu bulan nanti kami akan maksimalkan mobil tangki ini untuk meyalurkan bantuan air bersih ke desa kekeringan,” sambung Gesit.Ia menambahkan, PMI adalah lembaga sosial kemanusiaan yang netral dan mandiri. PMI didirikan dengan tujuan untuk membantu meringankan penderitaan sesama manusia akibat bencana. Baik bencana alam maupun bencana akibat ulah manusia, tanpa membedakan latar belakang korban yang ditolong.“Jadi, tugas PMI itu tidak hanya berkaitan dengan masalah donor darah saja. Tetapi, kami terlibat pula dalam berbagai kegiatan kemanusiaan untuk membantuk korban bencana. Termasuk bencana kekeringan seperti sekarang ini,” imbuhnya. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler