Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Bicara kelor, bukan berarti bicara klenik. Tapi, bicara tentang banyaknya manfaat kelor untuk kesehatan termasuk mencegah stunting atau kekerdilan. Banyak orang dari luar negeri yang datang ke Blora untuk belajar mengolah kelor. Kita sendiri sebagai orang asli Blora juga harus lebih paham tentang kelor,” kata Djoko dalam acara sosialisasi pemanfaatan kelor di pendopo rumah dinas bupati, Senin (29/7/2019).

Dalam kesempatan itu, Djoko juga meminta testimoni dari beberapa orangtua yang berhasil menambah tinggi dan berat badan anaknya setelah rutin mengonsumsi kelor, serta memberikan bingkisan kepadanya.

“Ibu-ibu PKK harus bisa cerewet kepada ibu-ibu lainnya agar mau ikut mengonsumsi kelor. Makan kelor tidak harus berbentuk biji atau serbuk. Bisa disayur, dicampurkan dengan makanan lain agar anak-anak mau makan. Nanti akan dijelaskan bagaimana saja cara konsumsi kelor,” cetusnya.

Sosialisasi dibuka oleh Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Enny Ratnaningtyas. Turut hadir, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora Umi Kulsum, kepala OPD terkait, sejumlah pengurus Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI), camat dan pengurus PKK tingkat kecamatan, kepala puskesmas serta masyarakat rentan stunting.

Sementara itu, Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan Kemenperin Enny Ratnaningtyas mengapresiasi adanya sentra kelor di Kabupaten Blora. Pihaknya ingin seluruh warga Blora bisa ikut memanfaatkan kelor guna peningkatan gizi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan Kemenperin Enny Ratnaningtyas mengapresiasi adanya sentra kelor di Kabupaten Blora. Pihaknya ingin seluruh warga Blora bisa ikut memanfaatkan kelor guna peningkatan gizi masyarakat.“Kelor di Blora sangat bagus dan banyak diminati. Oleh karena itu kita ingin agar seluruh warga Blora bisa memanfaatkannya agar tidak lagi terjadi stunting. Dari data yang ada masih sekitar 30 persen balita di Blora menderita stunting,” ungkapnya.  Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler