Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolsek Panunggalan AKP Wibowo mengungkapkan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kebakaran tersebut. Hanya, kerugian diperkirakan mencapai Rp 60 juta.

“Penyebab kebakaran diperkirakan dari hubungan arus pendek listrik alat pemanas ruangan kandang puyuh,” katanya, Senin (12/8/2019).

Dijelaskan, kebakaran kali pertama diketahui oleh Umi Rofiah, istri korban. Menjelang tengah malam, Umi terjaga dari tidur dan bermaksud ke kamar mandi yang letaknya di bagian belakang.

Saat berjalan menuju kamar mandi, ia melihat rumah bagian belakang sudah terbakar. Selanjutnya, ia berteriak minta tolong warga.

“Upaya pemadaman sudah sempat dilakukan warga tetapi tidak berhasil. Api berhasil dipadamkan setelah ada dukungan dua mobil damkar dari Wirosari,” jelasnya.Akibat kejadian ini, seluruh bangunan rumah belakang yang juga digunakan untuk ternak puyuh ludes terbakar. Sementara rumah utama dibagian depan hanya terbakar separuhnya. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler