Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Setibanya di kantor Bupati Blora, rombongan diterima oleh Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Purwadi Setiyono dan beberapa Kepala OPD terkait di ruang pertemuan setda.

Ketua DPRD Gresik Ahmad Nur Hamim menyatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih atas sambutan Pemkab Blora yang menyempatkan diri menerima rombongannya di tengah kesibukan mempersiapkan agenda Agustusan.

”Kedatangan kami kesini ingin belajar tentang pembangunan infrastuktur yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, serta teknologi pertanian yang saat ini dilaksanakan di Kabupaten Blora. Kami mendengar bahwa Blora saat ini bisa surplus beras meskipun daerahnya terkenal kering dan sebagian besar merupakan hutan jati,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Purwadi Setiyono menyampaikan, saat ini Blora memang sedang menjalin beberapa kerjasama pembangunan wilayah, khususnya wilayah perbatasan dengan beberapa Kabupaten tetangga. Menurutnya, Blora tergabung dalam kerjasama “Ratubangnegoro” yang terdiri Blora, Tuban, Rembang dan Bojonegoro, serta “Wiranegoro” (Ngawi, Blora, Bojonegoro) untuk pembangunan perbatasan Blora Selatan

”Pembangunan infrastruktur untuk pemerataan ekonomi memang sangat penting, oleh sebab itu Bapak Bupati Blora getol menjalin kerjasama dengan kabupaten tetangga agar pemerataan infrastruktur tersebut juga bisa menjangkau wilayah perbatasan,” terangnya.

Sejauh ini, proses pembangunan jembatan Medalem (Blora) - Luwihaji (Bojonegoro) yang melintasi Sungai Bengawan Solo saat ini sedang proses perencanaan yang bekerjasama dengan Pemkab Bojonegoro. Dalam pembangunan jembatan ini, Pemkab Blora membuat DED atau perencanaannya sedangkan pembangunannya akan dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro.
Sejauh ini, proses pembangunan jembatan Medalem (Blora) - Luwihaji (Bojonegoro) yang melintasi Sungai Bengawan Solo saat ini sedang proses perencanaan yang bekerjasama dengan Pemkab Bojonegoro. Dalam pembangunan jembatan ini, Pemkab Blora membuat DED atau perencanaannya sedangkan pembangunannya akan dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro.”Sedangkan dengan Kabupaten Ngawi, Pemkab Blora juga sedang menjajaki kerjasama pembangunan akses Randublatung-Getas tembus Ngawi,” sambungnya.Dalam kesempatan itu, Purwadi menyampaikan jika saat ini Blora sedang surplus beras. Hanya 25 persen kapasitas produksi yang dikonsumsi oleh warga Blora, selebihnya dijual keluar daerah termasuk ke Jawa Timur karena lumbung padi berada di wilayah perbatasan Jatim. Seperti Kecamatan Kedungtuban, Kradenan dan Cepu.”Selain mengandalkan Bengawan Solo, pengairan kita juga memakai sumur air dalam, sehingga setahun bisa panen sampai 3 kali. Sedangkan untuk wilayah Blora utara kebanyakan adalah sawah tadah hujan sehingga banyak dilakukan pembangunan embung dan bendungan,” terang Purwadi. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler