Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Rombongan tamu tersebut sempat diajak tim dari PMI Grobogan untuk meliput proses penyaluran bantuan air bersih di Desa Kenteng, Kecamatan Toroh. Mulai dari proses pengambilan air bersih ke dalam mobil tangki, hingga penyerahannya pada warga.

Kepala Seksi Pelayanan PMI Grobogan Gesit Kristiawan menjelaskan, banyak hal yang ditanyakan oleh awak media dari Jepang tersebut. Baik kepada tim PMI maupun masyarakat langsung di desa yang terkena dampak kekeringan.

Gesit menjelaskan, menurut data hingga 7 September lalu, BPBD Grobogan sudah menyalurkan bantuan air bersih pada warga di 107 Desa di 15 Kecamatan.

“Selama kekeringan, PMI juga ikut menyalurkan bantuan air bersih. Namun, PMI sifatnya hanya membantu dan selalu berkoordinasi dengan BPBD Grobogan,” katanya.

Dalam mendukung penyaluran bantuan air bersih tersebut, pihaknya menemu satu kendala utama. Yakni, belum memiliki armada tangki air bersih sendiri. Armada yang digunakan selama ini merupakan milik PMI Provinsi Jateng.
Dalam mendukung penyaluran bantuan air bersih tersebut, pihaknya menemu satu kendala utama. Yakni, belum memiliki armada tangki air bersih sendiri. Armada yang digunakan selama ini merupakan milik PMI Provinsi Jateng.Sementara itu, Hidefumi Nogami menjelaskan, medianya ingin melihat secara langsung dampak perubahan iklim yang terjadi di dunia. Menurutnya, perubahan iklim yang terjadi saat ini merupakan kejadian luar biasa.“Tidak hanya koresponden di Indonesia yang diminta untuk meliput terkait perubahan iklim ini, tapi juga beberapa koresponden di seluruh dunia. Saat ini, di Jepang juga panas dan kondisinya berbeda dari sebelumnya,” katanya. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler