Bencana Kekeringan di Grobogan Jadi Perhatian Media Jepang
Dani Agus
Selasa, 10 September 2019 19:39:49
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Rombongan tamu tersebut sempat diajak tim dari PMI Grobogan untuk meliput proses penyaluran bantuan air bersih di Desa Kenteng, Kecamatan Toroh. Mulai dari proses pengambilan air bersih ke dalam mobil tangki, hingga penyerahannya pada warga.
Kepala Seksi Pelayanan PMI Grobogan Gesit Kristiawan menjelaskan, banyak hal yang ditanyakan oleh awak media dari Jepang tersebut. Baik kepada tim PMI maupun masyarakat langsung di desa yang terkena dampak kekeringan.
Gesit menjelaskan, menurut data hingga 7 September lalu, BPBD Grobogan sudah menyalurkan bantuan air bersih pada warga di 107 Desa di 15 Kecamatan.
“Selama kekeringan, PMI juga ikut menyalurkan bantuan air bersih. Namun, PMI sifatnya hanya membantu dan selalu berkoordinasi dengan BPBD Grobogan,” katanya.
Dalam mendukung penyaluran bantuan air bersih tersebut, pihaknya menemu satu kendala utama. Yakni, belum memiliki armada tangki air bersih sendiri. Armada yang digunakan selama ini merupakan milik PMI Provinsi Jateng.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



