Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistiyoningsih saat sarasehan dalam rangka peningkatan kapasitas relawan kebencanaan, Rabu (11/9/2019).

Menurut Endang, ada standarisasi pelayanan minimal dalam penanganan bencana sesuai Permendagri Nomor 101 tahun 2018. Mulai dari pelayanan informasi daerah rawan bencana, pencegahan dan kesiapsiagaan, hingga pencegahan serta mitigasi bencana.

Kemudian, standar pelayanan minimal juga mengatur pengendalian operasi serta penyediaan sarana prasarana kesiapsiagaan dan peralatan perlindungan kesiapsiagaan. Standar pelayanan tersebut harus diketahui setiap relawan agar dalam melaksanakan tugasnya dapat sesuai harapan.

“Standar pelayanan minimal ini harus diketahui setiap relawan yang bertugas. Tujuannya, agar dalam melakukan kegiatan penanggulangan bencana bisa lebih tepat dan cepat,” katanya.

Ia menjelaskan, pada bulan Maret lalu, pihaknya sudah membentuk Forum Relawan Siaga Bencana (FRSB). Adapun anggota FRSB berasal dari berbagai kalangan. Seperti, pramuka, PKK, dharma wanita, persit, bhayangkari, PMI, tagana, ormas, BUMN/BUMD, Rapi, Orari dan lainnya.

Endang berharap, pembentukan forum ini dapat meningkatkan kerjasama dalam kegiatan siaga bencana di masyarakat. Disamping itu, masyarakat diharapkan dapat mengenal karakteristik bencana di lingkungan masing-masing.

“Penanggulangan bencana merupakan tanggungjawab kita bersama, termasuk peran serta dari para relawan. Anggota forum relawan  akan dilatih sehingga bisa mengetahui peranan yang dimiliki masing-masing dan lebih mengenal karakteristik bencana di lingkungannya. Harapannya, mereka nantinya bisa membuat peta bencana,” jelasnya.Endang menyatakan, hampir di semua daerah punya karakteristik bencana sendiri-sendiri. Untuk di Grobogan selama ini memiliki potensi bencana banjir, puting beliung dan kekeringan.Selain itu, pihaknya juga akan memberikan edukasi pada masyarakat umum saat menghadapi bencana. Lewat edukasi tersebut diharapkan, warga lebih siap dalam menghadapi bencana dan dapat menanggulanginya secara mandiri sambil menunggu datangnya bantuan.Dalam kegiatan tersebut, BPBD Grobogan juga mengundang Pasi Ops Kodim 0717/Purwodadi Kapten Arh Andi Aan Kurnaifi, Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Sigit Ariwibowo, dan Kasi Pelayanan PMI Kabupaten Grobogan Gesit Kristiawan untuk memberikan materi pembekalan pada para relawan. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler