Pemkab Grobogan dan BKP Kementan Teken Kesepakatan Bersama Pemanfaatan Technopark Pangan
Dani Agus
Jumat, 4 Oktober 2019 16:45:23
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Bupati Grobogan Sri Sumarni mengungkapkan, penandatanganan kesepakatan bersama ini bertujuan untuk penggunaan sarana dan prasarana Technopark Pangan Grobogan sebagai tempat pelatihan dan praktek pengolahan pangan berbasis tepung lokal oleh kelompok Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL). Kemudian, pemanfaatan lahan di Technopark sebagai tempat percontohan kegiatan obor pangan lestari (OPAL), serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengembangan penganekaragaman konsumsi pangan dan pengembangan gudang atau ruang penyimpanan pangan dalam jangka waktu tertentu untuk mengatasi hasil yang berlimpah dan gejolak harga pangan.
Sedangkan kesepakatan bersama dengan sekretariat nasional BUMP Indonesia adalah menjalin kerjasama terkait pengembangan Badan Usaha Milik Petani Kabupaten Grobogan. Dalam hal ini, sekretariat nasional BUMP Indonesia diminta untuk mendukung kegiatan pembentukan dan pendampingan Badan Usaha Milik Petani Kabupaten Grobogan sebagai bagian dari upaya pembangunan daerah.
“Melalui kesepakatan bersama ini, saya berharap Technopark pangan bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat yang berbasis pertanian dan mampu mendorong tumbuhnya industri pangan dalam mendukung kedaulatan pangan serta mempercepat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat kabupaten Grobogan. Saya juga berharap segera terbentuk Badan Usaha Milik Petani (BUMP) di kabupaten Grobogan sehingga mampu meningkatkan kinerja kerja petani melalui lembaga korporasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Grobogan Sunanto mengungkapkan, Technopark Grobogan adalah merupakan kawasan yang ditujukan untuk pengembangan inovasi teknologi pangan berbasis pangan lokal guna meningkatkan daya saing daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Technopark pangan sejak tahun 2015 berkat kerjasama pemerintah Kabupaten Grobogan dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang memberikan bantuan asistensi dan pendampingan sampai sekarang.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



