Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kemampuan menirukan suara burung seperti bunyi kicauan aslinya itu didapat Fahrizal secara otodidak. Artinya, tidak ada orang yang mengajarinya.

Ia mengaku sudah bisa menirukan suara kicau burung semenjak duduk di bangku TK. Kemampuan itu didapat setelah hampir tiap hari mendengar suara burung berkicau milik tetangganya.

“Kalau di rumah, saya malah tidak punya burung piaraan. Tetapi, tetangga sekitar banyak yang pelihara bermacam jenis burung dan saya sering dengar kicauannya,” kata bocah berusia delapan tahun yang tinggal di Kampung Kauman, Kelurahan Blora tersebut.

Dari sinilah, Fahrizal mulai mencoba menirukan suara burung saat berkicau tersebut sampai sekarang. Saat dicoba mempraktekkan, suara kicauan burung yang keluar dari mulut Fahrizal itu terdengar keras dan nyaring.

Dari kemampuan yang dimiliki tersebut, nama Fahrizal makin dikenal. Terlebih, setelah kepandaiannya menirukan suara burung tersebut diunggah ke media sosial oleh banyak orang. Selain itu, berkat kemampuannya itulah, Fahrizal juga sempat tampil di acara televisi swasta, beberapa hari lalu.
Dari kemampuan yang dimiliki tersebut, nama Fahrizal makin dikenal. Terlebih, setelah kepandaiannya menirukan suara burung tersebut diunggah ke media sosial oleh banyak orang. Selain itu, berkat kemampuannya itulah, Fahrizal juga sempat tampil di acara televisi swasta, beberapa hari lalu.Sementara itu, kemampuan menirukan suara burung itu membuat Fahrizal digemari teman dan para guru di sekolahnya. Bahkan, para guru seringkali memintanya menirukan suara burung sebagai bahan pengajaran untuk siswa.“Terkadang anak itu bisa membantu guru sebagai alat peraga dengan menirukan suara burung berkicau. Kemudian, siswa lainnya diminta menebak suara burung apakah yang ditirukan itu,” kata Kepala SD Negeri Mlangsen Sutarman. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler