Sempat Viral di Medsos, Bocah Lumpuh di Grobogan Akhirnya Dirawat di RSUD Purwodadi
Dani Agus
Selasa, 8 Oktober 2019 20:15:04
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sebelum dibawa ke rumah sakit, bocah yang tinggal di Dusun Selokromo, Desa Nglobar, Kecamatan Purwodadi itu sempat didatangi petugas dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan RSUD, Selasa (8/10/2019). Saat itu, petugas sempat memeriksa kondisi Rosma yang saat itu mengalami demam. Setelah itu, Rosma kemudian dibawa ke RSUD menggunakan ambulans.
“Seluruh biaya perawatan anak ini akan ditanggung pemerintah. Nantinya, dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dispendukcapil akan berkoordinasi agar Rosma memiliki dokumen kependudukan serta bisa mendapatkan bantuan sosial,” kata Direktur RSUD Bambang Pujiyanto yang ikut ke rumah Rosma bersama Kepala Dinsos Andung Sutiyoso dan sejumlah pihak terkait lainnya itu.
Setelah sampai di RSUD, Rosma kemudian diperiksa oleh dokter spesialis anak Kurnia Dwi. Dari pemeriksaan awal, Rosma diindikasikan mengalami Cerebral Palsy atau kelumpuhan otak. Selain itu, Rosma juga masuk dalam golongan penderita gizi buruk.
“Kami juga akan mencari tahu apakah ada infeksi atau yang lainnya. Rosma ini, diperkirakan anak berkebutuhan khusus karena ada gangguan tumbuh kembang,” kata Kurnia pada wartawan.
Untuk penanganan lebih lanjut, target awalnya adalah memperbaiki gizinya terlebih dahulu dalam waktu sekitar 10 hari. Selama menjalani perbaikan gizi, Rosma harus menjalani rawat inap karena butuh penanganan intensif.
Sementara itu, selama 10 tahun ini, Rosma tinggal berdua dengan neneknya Mbah Rani (70). Ayah Rosma sudah meninggal sekitar tiga tahun lalu. Sementara ibunya, sudah tidak diketahui lagi keberadaannya karena sudah meninggalkan Rosma ketika masih berusia sekitar satu tahun dan sampai sekarang belum pernah datang menengok anaknya.
“Sudah sembilan tahunan, saya merawat Rosma. Sejak kecil kondisinya sudah lumpuh,” kata Rani.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



