Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Markas PMI Grobogan Djasman mengatakan, tamu dari wilayah timur itu sengaja datang ke Grobogan untuk belajar tentang penanggulangan bencana. Mereka akan studi banding selama tiga hari, mulai Rabu kemarin sampai Jumat (25/10/2019) besok.

Ada beberapa hal yang akan dipelajari. Antara lain, manajemen markas, posko, penanggulangan bencana, mekanisme pemberian bantuan, pengelolaan sumber daya relawan, unit donor darah dan ambulans.

Menurutnya, mereka itu merupakan bagian dari rombongan sebanyak 16 orang yang melakukan studi banding di Provinsi Jawa Tengah. Selain di Grobogan, beberapa orang yang lainnya melakukan studi banding di PMI Kabupaten Semarang dan PMI Provinsi Jateng.

“Jumlah rombongan ada 16 orang yang berasal dari delapan kabupaten dari empat provinsi tersebut. Dari 16 orang itu, sebanyak enam orang berada di Grobogan,” jelasnya, Kamis (24/10/2019).

Djasman menambahkan, selama di Grobogan, para relawan dari wilayah Indonesia timur tersebut akan didampingi tim yang memiliki ketrampilan di bidangnya masing-masing. Tidak hanya itu, mereka juga diajak ke lapangan untuk melihat mekanisme penanggulangan bencana dan proses pemberian bantuan.
Djasman menambahkan, selama di Grobogan, para relawan dari wilayah Indonesia timur tersebut akan didampingi tim yang memiliki ketrampilan di bidangnya masing-masing. Tidak hanya itu, mereka juga diajak ke lapangan untuk melihat mekanisme penanggulangan bencana dan proses pemberian bantuan.Sementara itu, staf penanggulangan bencana PMI Kota Jayapura Hery Renold Gedi merasa senang bisa menimba ilmu di Grobogan. Disamping itu, ia dan rekannya juga berkesempatan langsung ikut mendistribusikan bantuan air bersih di Desa Lajer, Kecamatan Penawangan dan melihat kegiatan donor darah di SMAN 1 Godong pada hari ini.“Ini pengalaman yang luar biasa karena tidak bisa didapatkan di kota kami,” katanya. Reporter: Dani AgusEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler